Januari – Juni 2011, 126.752 Hektare Lahan Padi Rusak

lahan padi

SURABAYA (suarakawan.com) –  Dalam periode  Januari-Juni 2011 hama wereng coklat paling banyak menyerang lahan pertanian padi di Jatim. Dari 173.932 hektar padi yang rusak, sebanyak 126.752 hektar di antaranya diserang hama wereng coklat.

Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo saat di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (21/7) mengatakan, dari  jumlah luas kerusakan akibat wereng coklat itu, terdapat empat daerah yang menjadi kategori kronis endemis. Keempatnya, yakni Bojonegoro dengan 21.691 hektar, Ngawi seluas 18.448 hektar, Nganjuk seluas 17.490 hektar, dan Lamongan seluas 15.606 hektar.

Selain empat daerah kronis endemis, terdapat pula empat daerah lain dengan luasan terserang wereng coklat cukup banyak, seperti Tuban seluas 9.512 hektar, Ponorogo 9.428 hektar, Trenggalek 9.051 hektar, dan Kabupaten Madiun seluas 7.512 hektar.

Sedangkan Gresik hanya terdampak seluas 3.711 hektar, Magetan seluas 2.081 hektar, Kabupaten Mojokerto seluas 1.980 hektar, dan Lumajang seluas 1.543 hektar.

Untuk daerah selain yang menjadi kronis endemis dan terdampak hama cukup besar, rata-rata hanya terserang tak lebih dari 1.500 hektar.

Bahkan, tiga daerah karena lahan pertanian padinya yang minim akhirnya tak mengalami serangan hama wereng, seperti Kota Malang, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo.

“Siklus hama wereng coklat ini harus segera diputus, gara produktivitas dan kualitas gabah petani tetap bagus dan tak berpengaruh pada harga jualnya,”  kata Pakdhe Karwo, sapaan akrab gubernur.

Pembatasan penyebaran wereng coklat itu bisa dimaksimalkan selama musim kemarau pada Juli-September mendatang. Ini perlu dilakukan agar produksi padi Jatim dapat mencapai target yang telah ditetapkan, yakni sebesar 12.049.993 ton dari angka ramalan II BPS Jatim. (aca/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Januari – Juni 2011, 126.752 Hektare Lahan Padi Rusak"