Jambret Beraksi di Jalanan Surabaya, Pengendara Wanita Meregang Nyawa

tewas

SURABAYA (suarakawan.com) – Dunung Yuwono (19), warga Kedungpring, Lamongan, dan Agus Herianto (27), warga Balung Gebang, Nganjuk, mengaku tahu korbannya tewas.

Sesaat setelah merampas barang milik korbannya di Jalan Indrapura, Surabaya, dua pemuda ini mengaku tahu korbannya meninggal dari pemberitaan media.

“Tahunya dari berita. Waktu itu langsung kabur jadi gak lihat,” ujar Agus tertunduk, Kamis (14/12).

Mereka juga mengaku malam itu, melihat korban yang sendirian dan mencangklong tas.

Mereka lalu merampas tas korban.
Alhasil, empat hari setelah kejadian, polisi membekuk pelaku Dunung Yuwono dan kemudian mengembangkan penangkapan Agus Herianto.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti penjambretan
tas berukuran kecil, handphone BlackBerry dan tas makeup milik korban.
Tersangka Agus Herianto dihadiahi timah panas polisi di kaki kanannya.
Saat digiring ke ruang tahanan Polrestabes Surabaya, Agus dibopong rekannya.

Untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya, saat ini kedua pelaku harus mendekam di tahanan Polrestabes Surabaya.

Sebelumnya, Dunung Yuwono dan Agus Herianto menjambret tas wanita di Jalan Indrapura pada November 2017 lalu.

Korban mereka bernama Suminah ditemukan tergeletak di pinggir jalan di samping sepeda motornya dalam kondisi kepala terluka.

Nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit PHC, Tanjung Perak, Surabaya.

Polisi menduga Suminah menjadi korban jambret karena melihat tas yang dikenakan korban terdapat bekas robek. (tbn/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jambret Beraksi di Jalanan Surabaya, Pengendara Wanita Meregang Nyawa"