Jam Operasional Dibatasi, Banyak Cara Capai Omset

Suasana Malam Dolly

SURABAYA (suarakawan.com) – Bukan hanya mematikan potensi ekonomi disana, pembatasan jam operasional Lokalisasi Dolly menyebabkan permasalahan baru.

Permasalahan baru tersebut, yakni penghuni lokalisasi atau PSK, tidak dapat dikontrol, dikarenakan pada jam tutup mereka mencari tambahan penghasilan dengan cara booking luar.

Hasil penelusuran suarakawan.com, menemukan ada beberapa PSK yang pada jam operasional keluar dar Wisma dan dibawa laki-laki yang “membookingnya” untuk dibawa di luar Wisma.

“Kalau kita keluar dari Wisma lebih enak dan leluasa, karena disini jam kita dibatasi,” ujar Dina (PSK Wisma Madona Indah).

Dina menambahkan, ini adalah trik dari Papi untuk menambah penghasilan dan omset pendapatan.

Selain juga, dibooking keluar Wisma, ada juga menggunakan modus para PSK ini menyewa kamar kost yang dekat Lokalisasi Dolly, seperti di kawasan Kupang Gunung Jaya dan Dukuh Kupang Timur.

Masalah ini sangat serius, karena para PSK ini sangat rentan dengan penyakit menular seks dan HIV/Aids, kalau mereka jauh dari pengawasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lokalisasi Dolly akan dibatasi jam operasionalnya dari jam 09.00 pagi – 01.00 Dini Hari, dan sosialisasi dilakukan selama 1 Minggu sejak 1 Juni dan menerapkan sanksi tegas yakni penututupan dan pencabutan ijin operasional.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jam Operasional Dibatasi, Banyak Cara Capai Omset"