Jalur Arteri Porong Baru Beroperasi Saat Lebaran

arteri siring porong

SURABAYA (suarakawan.com) – Rencana pengoperasian jalan Arteri Porong  yang diharapkan pada H – 10 oleh pemprov tampaknya tidak bakal terwujud. Ini setelah Dinas PU Bina Marga Jatim menyatakan saat ini penyelesaian jalur arteri segera tuntas, kendati tak semua lajur jalan bisa dioperasikan.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU Bina Marga Jatim, I Made Sukartha di kantornya,   Jumat (05/08) mengatakan, saat ini jalur arteri baru sudah mulai tersambung dan pengerjaan juga masih terus berlangsung. Saat ini, proyek yang digarap Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) ini masih terkendala untuk dana pembangunan jembatan di Kali Porong wilayah Desa Kebon Agung.

Untuk itu, Pemprov Jatim akhirnya mengambil alih pembangunan jembatan dengan menggunakan anggran penanganan darurat. Jika awalnya direncanakan dalam bentuk gorong-gorong plat baja (armco), akhirnya kini dibangun berupa jembatan belly.

Untuk jembatan belly ini di sisi utara Kali Porong dibangunkan sepanjang 40 meter. Sedangkan di sisi Selatan Kali Porong dibangun dua belly yang dibangun secara pararel masing-masing sepanjang 30 meter sehingga totalnya 60 meter. Jembatan belly itu juga dibangun seri untuk dijadikan dua lajur (arah ke Gempol dan ke Surabaya) masing-masing lebarnya 3 meter.

Dengan lajur yang sempit itu maka pemanfaatannya hanya diperuntukkan bagi mobil dan motor. Untuk truk tetap diarahkan lewat jalur arteri lama (Jalan Raya Porong). Untuk memasuki arteri baru yang ditargetkan operasionalnya mulai 21 Agustus mendatang, pengendara dari arah Surabaya yang melewati jalur tol bisa putar balik saat keluar dipintu tol Porong dan masuk ke jalur arteri baru yang berada di sisi kiri jalan (pintu masuk tol Porong ke Surabaya). Jalur arteri itu akan menghubungkan hingga jelang pertigaan Kejapanan Gempol.

Guna menghindari kemacetan, ia juga mengimbau pengendara saat mudik dengan tujuan Malang atau Pasuruan bisa melalui beberpa jalur alternatif, yakni melalui Krian Mojosari atau lewat Tanggulangin dan keluar pintu tol gempol.

Saat ini, lanjut dia, arteri Porong yang sudah bisa dilalui baru sepanjang 3 KM dari total 7 KM. Kondisi ini tidak lepas dari sikap beberapa warga, yang menghalang-halangi proses pembangunannya. Total panjang jalan arteri Porong sendiri mencapai 7,1 km terbentang dari Sidoarjo hingga Pasuruan. Jalan itu mempunyai dua jalur kiri kanan dengan lebar masing-masing 3,5 meter. Dari total panjang tersebut, di titik-titik sentral, tanah warga masih enggan dibebaskan. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *