Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Jadi Tersangka, Rizieq Shihab Siap Melawan

29 May 2017 // 22:24 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

120313105212_habib_riziek_syihab_640x360_bbc_nocredit

JAKARTA (suarakawan.com) – Tim kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memastikan akan menempuh jalur praperadilan pasca-penetapan tersangka kliennya. Salah satu kuasa hukum, Kapitra Ampera menilai undang-undang yang dipakai untuk menjerat Rizieq masih rancu dan tidak mengandung unsur pidana.

“Kita pasti akan mengajukan praperadilan. Pasal 4 (UU Pornografi) yang dikatakan dipakai untuk delik perbuatannya dalam penjelasannya itu tidak dapat dipidana,” kata Kapitra dalam jumpa pers di Tebet, Jakarta, Senin (29/5).

Di samping itu, dia menilai polisi juga sangat subjektif dalam mengusut kasus ini. Sebab orang yang menyebarkan chatting mesum sampai hari ini belum kunjung ditangkap.

“Penegakan hukumnya jelas penegakan hukum yang sangat subjektif dan merampas hak dasar masyarakat sebagai manusia. Untuk itu harus diuji di praperadilan,” ujarnya.

Rizieq saat ini telah mengetahui bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Kliennya kata dia, marah besar dan memastikan akan melakukan perlawanan hukum dan politik.

“Pak Habib Rizieq memberi informasi kepada saya, dia marah besar dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik, karena telah terjadi tirani penegakan hukum. Indikasinya Habib Rizieq harus menjadi target untuk dijadikan tersangka lalu ditahan,” ujarnya.

Judicial Review

Selain menempuh langkah praperadilan, Kapitra mengaku juga akan mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pasal 4,6 dan 8 UU Pornografi yang menjerat kliennya. Pasal itu dinilai seringkali dipakai untuk membungkam aktivis-aktivis dalam melakukan koreksi, menyampaikan aspirasi tentang kebijakan pemerintah.

“Kita akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Ini sangat buruk bagi perkembangan demokrasi kita,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menaikkan status pimpinan FPI Rizieq Shihab dari saksi menjadi tersangka, dalam kasus dugaan percakapan mesum dengan wanita bernama Firza Husein.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah memiliki cukup alat bukti untuk menaikkan status Rizieq jadi tersangka, berdasarkan hasil gelar perkara Senin siang, 29 Mei 2017.
Rizieq diduga melanggar Undang-Undang Pornografi. Ia terancam Pasal 4, 6, dan 8 Undang-Undang tersebut. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini