ITS Gelar Seminar Zeolit

Tidak ada komentar 5 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Laboratorium Studi Energi dan Rekayasa Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS) menggelar seminar nasional Zeolit VII. Seminar ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi antara saintis, engineer dan praktisi untuk mencari pemecahan masalah dalam bidang zeolit dan aplikasinya agar dapat memajukan kesejahteraan dan kedaulatan bangsa.

Indonesia kaya akan deposit mineral zeolit yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Maluku. Namun pemanfaatannya sangat terbatas karena kurangnya penelitian dan pengembangan yang mengarah kepada pemanfaatan zeolit.

Seminar ini dihadiri oleh President of Chinese Zeolite Assosiation, Prof Shinlun Qiu, PhD, Secretary of CZA, College of Chemistry Jili University, Prof Wenfu Yan PhD, Prof Jiesheng Chen dari Shanghai Jiao Tong University dan beberapa pembicara lain dari UGM dan Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian.

Pembantu Rektor IV ITS, Prof Dr Darminto menjelaskan, potensi cadangan zeolit di bumi nusantara ini sangat besar, lebih dari 400 juta ton dan dapat berperan dalam berbagai sektor termasuk pertanian, industri dan lingkungan. “Zeolit ini jumlahnya banyak, tapi belum dimanfaatkan secara baik. Penguasaan tentang sains dan teknologi zeolit melalui penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara sinergitas antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, masyarakat umum serta industri akan dapat member sumbangan yang sangat berarti bagi peningkatan kesejahteraan rakyat yang pada akhirnya dapat menguatkan kedaulatan bangsa,” paparnya saat membuka seminar di Hotel Mojopahit, Senin (17/10) pagi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Zeolit Indonesia (IZI) Pusat, Dr Suwardi mengatakan, mineral zeolit mempunyai potensi sangat besar namun faktanya zeolit alam hanya digali dan diekspor sebagai raw material yang memiliki nilai ekonomi yang relative rendah. “Padahal kita ketahui bahwa nilai ekonomi yang diperoleh dan nilai kerusakan alam sebagai akibat penggalian tidak seimbang. Dengan pertemuan ini diharapkan dapat memunculkan beberapa ide positif yang nantinya dapat meningkatkan nilai ekonomi zeolit,” tambahnya.

Hamzah Fansuri PhD, ketua panitia seminar ini memaparkan, untuk mendekatkan hubungan antara produsen dan konsumen untuk mendorong kemitraan yang lebih kondusif serta menunjang IPTEK guna pengembangan seolit. Diharapkan dengan berkembangnya pengusaha zeolit di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Negara dan mengurangi produk impor sehingga menghemat devisa Negara.(dm/jto)

Keterangan Foto: Para Peserta Antusias Mendengar Paparan Narasumber Dalam Seminar Zeolit (dm)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "ITS Gelar Seminar Zeolit"