Isu PKI Hantam PDIP, Megawati: Kalau Mau Tempur yang Jantan

JAKARTA (suarakawan.com) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbicara soal isu kampanmye hitam terhadap Bung Karno, PDI Perjuangan, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dituduh terkait Partai Komunis Indonesia (PKI). Baginya, yang memainkan hoax demikian adalah pengecut dan tak beretika.

Megawati bercerita bahwa dirinya lama akrab dengan Presiden RI keempat sekaligus tokoh Nahdatul Ulama (NU), Alm. Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid, karena punya pandangan sama. Di sisi lain, kelurga besar Megawati dari sisi ibunya, Fatmawati, yang berasal dari Bengkulu, berlatar belakang Muhammadiyah.

Karena itu, ketika mendapati bahwa isu soal PKI menyangkut dirinya maupun partainya menyebar, Megawati tak bisa menerima.

“Bagaimana mungkin bapak saya (Bung Karno) diomongi PKI. Padahal sejak dulu dia digelari oleh NU dan tak pernah dicabut sampai sekarang. Waliyyul Amri Ad-Dharuri Bi As-Syaukah, artinya pemimpin bangsa Indonesia yang wajib dipatuhi perintahnya,” jelas Megawati, Minggu (7/1).

“Enak saja disebut bapak saya PKI. Sekarang (tuduhan itu) turun ke PDIP. Tak mungkin benar,” tambahnya.

Begitupun Presiden Jokowi yang juga ketularan isu itu. Dirinya sudah bicara dengan Presiden Jokowi mengenai itu. Megawati menyatakan dirinya tak bisa diterima bila sang presiden diisukan sebagai PKI.

“Siapa sih yang mainin itu melulu? Beretika dong. Kalau mau tempur ayo, tapi jantan. Jangan cengeng gitu. Kita ini namanya Republik Indonesia. Masa Pak Jokowi disebut Presiden PKI?” tegas Megawati.

Dilanjutkannya, undang-undang di Indonesia jelas melarang PKI maupun organisasi apapun yang menyangkut PKI. Dengan demikian, bila ada organisasi partai politik terkait PKI yang hendak ikut pemilihan umum, tentu takkan diloloskan.

“Padahal sudah jelas, kita (PDIP) ini lolos KPU. Jelas syarat ikut pemilu ya tak boleh terlibat PKI. Kita lolos. Kok bisa kita ini disebut PKI? Jadi berpolitiklah yang bagus,” kata Megawati.(bs/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *