Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Istiqlal Tak Berikan Izin, Penyelenggara ABU Ngotot Gelar Aksi

09 Jun 2017 // 14:46 // HEADLINE, NASIONAL, PERISTIWA

_96408975_cbb2b65f-1abe-4329-b51a-10af009b0e6b

JAKARTA (suarakawan.com) – Penyelenggara aksi bela ulama (ABU) tetap akan menggelar acara di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6), walaupun pihak pengelola masjid tidak memberi izin penggunaan masjid untuk acara tersebut.

Pengelola Masjid Istiqlal telah menyatakan tidak memberikan izin acara aksi bela ulama, karena akan ada acara selepas salat Jumat, demikian kepala bagian protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, kepada media, Jumat (9/6).

Adapun Imam besar Masjid Istiqlal, Nazarudin Umar mengatakan, walaupun masjid Istiqlal dilarang untuk kegiatan politik, pihaknya tidak bisa melarang apabila ada orang-orang yang datang untuk salat Jumat.

“Dari dulu tidak boleh masjid itu (untuk kegiatan) politik. Juga masjid Istiqlal. Tapi melarang orang salat Jumat ‘kan juga tidak boleh,” kata Nazarudin.

Meskipun demikian, Nazarudin menegaskan, orang-orang yang hendak salat Jumat itu “tidak boleh ada spanduk”.

“Tetapi kalau mau melakukan orasi-orasi segala macam layaknya mau demo, itu bukan di masjid tempatnya. Apalagi masjid (Istiqlal milik) negara,” tegasnya.

Terpisah, penyelenggara acara aksi bela ulama menyatakan pihaknya akan tetap menggelar acara di dalam masjid Istiqlal.

“Tetap digelar, kita sudah berkumpul di Istiqlal,” kata Sekjen Presidium Alumni 212, Hasrun Harahap.

Aksi bela ulama, demikian mereka menyebutnya, digerakkan oleh orang-orang yang menyebut dirinya sebagai alumni aksi 212 sebagai protes terhadap apa yang disebut sebagai praktik kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam.

Mereka merujuk kepada sejumlah kasus belakangan, mulai pemberian status tersangka pimpinan FPI Rizieq Shihab, penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khathath, hingga penyebutan nama politikus Amien Rais dalam sidang kasus dugaan korupsi.

“Ini kriminalisasi yang sistematik,” ungkap Hasrun.

Adapun aksi 212 adalah sebutan terhadap aksi massa yang dimotori Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ormas Islam pada 2 Desember 2016, menuntut agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dipenjara.

Walaupun telah dilarang untuk melakukan orasi di dalam masjid Istiqlal, Hasrun mengatakan pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Masjid Istiqlal agar diizinkan berorasi di dalam masjid.

“Tapi kami sudah meminta kepada pimpinan ormas yang ikut aksi agar orasi agama, bukan politik,” kata Hasrun seraya menjelaskan, acara ini juga akan diisi ceramah agama hingga usai salat Tarawih pada Jumat malam.

Acara aksi bela ulama ini sebelumnya telah dilarang oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan. Pada Kamis (8/6), Iriawan mengatakan: “Iya (kami larang), untuk apa?”

“Tadarusan saja, doa-doa saja semoga situasi tertib, pangan banyak, rakyat juga sejahtera. Itu saja doakan,” paparnya lebih lanjut.(bbc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini