Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

ISIS Nyatakan Perang Melawan Indonesia dan Malaysia

04 Jul 2017 // 18:03 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

isis

JAKARTA (suarakawan.com) – Teror milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terhadap aparat kepolisian di Jakarta kurang dari seminggu terakhir, seolah menjawab pernyataan ISIS yang akan berperang di Indonesia dan Malaysia. ISIS menyampaikan ancaman berperang itu melalui video yang beredar di media sosial beberapa hari ini.

Video yang berdurasi 2 menit 45 detik menayangkan sekelompok milisi tengah berdoa di tengah hutan. Para milisi tersebut berdoa sambil berdiri melingkari persenjataan mereka, beberapa di antaranya memegang bendera ISIS.

Setelah itu, seorang pria berbicara dalam bahasa Melayu meminta milisi dan pendukung ISIS di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina bersatu mendukung ISIS.

Ia mendesak mereka melakukan aksi teror di negara masing-masing, jika tidak mampu bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.

Pria itu juga mendesak agar pendukung ISIS di keempat negara di Asia Tenggara itu bergabung dengan milisi Filipina yang sedang bertempur untuk mendirikan khilafah di bawah pimpinan Abu Abdullah. Menurut dia, Abu Abdullah telah diberi amanah oleh pimpinan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, untuk memimpin pasukan khilafah di Asia Tenggara.

Pria yang berbicara sambil duduk di tepi pantai di Timur Tengah itu juga memerintahkan pendukung ISIS di keempat negara anggota ASEAN itu membunuh orang-orang yang dianggap musuh Allah dengan cara menikam, menabrak dengan mobil, dan mengebom mereka.

“Kepada saudara-saudaraku, ikhwan-ikhwan di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina, sudah saatnya kalian bersatu dan bergabung dalam khilafah islamiyah,” kata pria dalam video itu.

Dia juga berjanji akan pulang dari Suriah kembali ke Asia Tenggara untuk menyerang orang yang coba menghalangi niat mereka untuk mendirikan khilafah.

Sebelum video itu berakhir, pria itu meminta pendukung ISIS yang tidak bisa ke Suriah maupun Irak, dapat pergi ke Filipina untuk bertempur di sana. Jika tidak bisa ke Filipina, bisa mengutus anak-anaknya atau bisa menyumbangkan harta bendanya.

Dalam video juga terdapat cuplikan yang tampaknya menampilkan milisi-milisi ISIS yang bersembunyi di hutan-hutan di Filipina serta beberapa milisi yang mencoba menyeberangi lautan dengan perahu motor.

Setahun lalu, video propaganda ISIS menayangkan seorang pria memikul senjata dikelilingi anak-anak. Lalu seorang remaja memeluk AK-47 berdiri agak jauh dari pria dan anak-anak itu.

Pria tersebut menggoyangkan-goyangkan jari telunjuk kanannya dan berbicara dalam bahasa Melayu, tapi terdengar seperti bahasa Arab. Ia menyatakan ISIS akan berperang melawan Indonesia dan Malaysia.

“Ketahuilah, kami bukan lagi warga negara kamu (Malaysia dan Indonesia), dan kami sudah dibebaskan,” ujar pria itu sambil memperlihatkan seorang pria berjanggut sedang memegang paspor Malaysia.

“Dengan izin Dia dan kehadiran-Nya, kami akan mendatangimu dengan kekuatan militer yang tidak dapat diatasi. Ini adalah janji Allah kepada kami,” ujar pria itu.

Tidak lama kemudian, milisi ISIS ini melemparkan paspornya ke tengah-tengah lingkaran yang diikuti oleh anak-anak. Setelah itu, video tersebut memperlihatkan sebuah ruang kelas. Dalam video tersebut terlihat anak-anak mengenakan songkok saat belajar agama yang diawasi oleh orang dewasa, juga berlatih untuk tempur. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini