Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ini Sebab Negara Liga Arab Kucilkan Qatar

07 Jun 2017 // 11:58 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

170605_atm_qatar_16x9_992

DUBAI (suarakawan.com) – Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani menyebutkan negaranya dikucilkan sejumlah negara Liga Arab lantaran berita palsu yang dibuat Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dia menambahkan negara koalisi Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha usai peretasan di kantor berita Qatar, QNA.

“Hal ini menunjukkan bahwa media (didanai Saudi dan Uni Emirat Arab) membuat berita palsu dan kebohongan untuk menyerang Qatar,” serunya.

Menurutnya, meski dikucilkan dengan berita bohong ini, negaranya tidak akan terpuruk.

“Kampanye media terjadi tak lama usai peretasan terjadi. Berita palsu menghina Qatar belum pernah terjadi sebelumnya dalam standar Dewan Kerja Sama Negara Teluk (GCC). Kami tidak akan jatuh, kami bakal hadapi dengan bijaksana,” imbuhnya.

Dia menyatakan pada Selasa (30/5) pekan lalu, peretas secara sengaja mempublikasikan ucapan palsu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di saluran televisi QNA. Siaran itu berisikan pernyataan Sheikh Tamim mendukung Iran serta organisasi terlarang seperti Hamas dan Hizbullah.

Peretas juga memalsukan pernyataan menyebutkan Sheikh Tamim mendukung Israel dan menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak akan berkuasa lama. Pemerintah Qatar tentu saja membantah pernyataan itu.

Hal itu kemudian jadi pemberitaan di sejumlah media Negara Teluk hingga menimbulkan kecaman pada Doha. Dan kurang dari sepekan, Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Yaman dan Libya memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar.

Tak hanya hubungan diplomatik dan konsuler, negara-negara tersebut juga menutup semua akses perhubungan dengan Qatar. Mereka pun menarik semua warganya pulang dari negara tersebut.

Saudi Cs berdalih keamanan nasional jadi alasan pemutusan hubungan ini. Meski demikian, Al Thani mengaku negaranya hingga kini tidak tahu pasti alasan hubungan diplomatik mereka diputus oleh negara-negara teluk tersebut.

“Jika memang ada alasan jelas untuk masalah ini, seharusnya dibahas dalam pertemuan GCC beberapa pekan lalu. Namun, tak ada yang membahasnya,” pungkasnya sedih. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini