Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ini Alasan Orang Indonesia Malas Berolahraga

11 Oct 2017 // 06:16 // HEADLINE, KESEHATAN

Bosan-Kerja-di-Kantor

JAKARTA (suarakawan.com) – Aktif bergerak sudah menjadi hal yang seharusnya dilakukan untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat. Namun, kesibukan aktivitas di Ibu Kota Jakarta, ternyata memicu minimnya gerakan aktif masyarakatnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Herbalife Nutrition, tujuh dari 10 orang Indonesia sangat peduli dalam menjalani pola hidup sehat untuk menjalani proses penuaan yang juga sehat. Sayangnya, eksekusi yang dilakukan tidak sejalan dengan kepedulian tersebut.

“Dari survei, 51 persen para responden Indonesia menyatakan bahwa keterbatasan waktu sebagai penghalang utama untuk berolahraga dan pola hidup sehat. Sedangkan 46 persen responden lain enggan menerapkan gaya hidup karena minimnya motivasi,” ujar mantan Asisten Sekretaris Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Amerika Serikat, Dr. John Agwunobi, dalam Asia Pacific Wellness Tour ke-8, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/10).

Selain itu, masyarakat juga terhambat berolahraga karena pola pikirnya yang beranggapan bahwa biaya yang dikeluarkan tidak murah. Sebanyak 33 persen responden beranggapan akan sulit menerapkan gaya hidup sehat tersebut.

“Persepsinya, menua dengan sehat itu butuh biaya tinggi. Karena kurangnya edukasi, maka persepsi itu menghambat perubahan pola hidup yang lebih sehat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Agwunobi menegaskan dua hal penting untuk menepis hambatan tersebut yakni, percaya bahwa gaya hidup sehat adalah hal penting yang harusnya bisa dijalani dengan mudah. Kemudian, keyakinan untuk mengatasi hambatan tersebut bisa ditingkatkan.

“Pendekatan proaktif menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup dan menua dengan sehat. Melalui Asia Pacific Wellness Tour, kami dapat memberi edukasi untuk cegah permasalahan terkait penuaan,” paparnya.(viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini