Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Indonesia Peringkat Tujuh Penderita Diabetes Terbanyak di Dunia

11 Nov 2017 // 16:34 // HEADLINE, KESEHATAN

diabetes

JAKARTA (suarakawan.com) – Dengan jumlah pasien diabetes yang mencapai 10 juta orang, Indonesia menduduki peringkat ke-7 untuk negara dengan pasien diabetes terbanyak di dunia.

Peringkat memalukan tersebut disampaikan oleh dr Wismandari Wisnu, Sp-PD-KEMD dalam acara “Cegah Komplikasi Diabetes Sedini Mungkin” yang diadakan oleh RS Pondok Indah di Jakarta, belum lama ini.

Jika dibagi berdasarkan umurnya, Wismandari berkata bahwa usia penderita diabetes di Indonesia semakin muda. Dari angka 10 juta tersebut; sebanyak 1,67 juta berusia di bawah 40 tahun, 4,65 juta berusia 40-59 tahun, sedangkan sisanya (2 juta) berusia 60-79 tahun.

Padahal, ujar Wismandari, dulu kalau belum usia 40 tahun, dokter akan langsung menghapus diabetes dari dugaan mereka. Namun, kini diabetes telah menjadi ancaman kesehatan bagi semua usia.

Oleh karena itu, Anda patut memperhatikan faktor risiko dan gejala khas diabetes untuk mencegah atau memperlambat komplikasi akibat diabetes.

Dipaparkan dalam acara tersebut, ada 12 faktor risiko dari diabetes, yakni usia 45 tahun ke atas, riwayat keluarga diabetes, riwayat penyakit kardiovaskular, pernah melahirkan bayi dengan berat di atas empat kilogram, mengalami kadar gula tinggi saat hamil, sukar hamil, kolesterol tinggi, darah tinggi, gemuk, pre-diabetes, kurang aktivitas fisik, dan merokok.

Jika Anda memiliki salah satu atau bahkan lebih dari faktor-faktor di atas, Wismandari mengusulkan untuk melakukan pemeriksaan glukosa plasma normal setiap tiga tahun, atau setahun sekali bila masuk dalam kelompok pre-diabetes (kadar gula 140-200 mg/DL).

Selain itu, Anda juga harus memerhatikan gejala-gejala khas diabetes, seperti sering haus, sering lapar, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya, mudah mengantuk, cepat lelah, luka sukar sembuh, gatal, kaki atau tangan terasa baal atau kesemutan, impotensi, keputihan, dan pengelihatan buram.(kc/rur)

Mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala di atas adalah alasan yang cukup kuat untuk berkonsultasi ke dokter

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini