Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Indonesia jadi Produsen Panas Bumi Terbesar di Dunia pada 2021

19 Oct 2017 // 05:12 // EKONOMI, HEADLINE

kilang minyak

JAKARTA (suarakawan.com) – Indonesia akan menjadi negara produsen panas bumi terbesar di dunia pada 2021. Empat tahun mendatang, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akan mengalahkan produsen tenaga listrik panas bumi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS).

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan, pada 2021 kapasitas terpasang PLTP di Indonesia mencapai lebih dari 3.550 megawatt (mw).

“Pada 2021 kami optimistis dapat menjadi nomor satu,” kata Yunus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti diberitakan Kamis (19/10).

Yunus menjelaskan, saat ini Indonesia berada di posisi ketiga dalam hal pemanfaatan panas bumi setelah Filipina. Pada 2021, kapasitas PLTP Filipina diperkirakan mengalami penurunan dari kapasitas terpasang saat ini yang sekitar 1.870 mw. Sementara kapasitas PLTP di AS yang saat ini menduduki peringkat pertama diperkirakan akan stagnan di angka 3.450 mw.

Untuk 2017, target kapasitas terpasang ditetapkan sebesar 1.858,5 mw sebagaimana road map panas bumi yang telah disusun. Yunus optimistis target tersebut dapat terpenuhi.

“Saat ini kapasitas terpasang panas bumi sampai Oktober 2017 sudah mencapai 1.808,5 mw, akhir tahun target akan tercapai,” ucap dia.

Pemerintah terus memaksimalkan pemanfaatan panas bumi. Dengan letak geografis berada pada jalur gunung berapi (ring of fire), Indonesia memiliki potensi panas bumi yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

Saat ini telah teridentifikasi 331 titik potensi yang tersebar pada 30 provinsi mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, sampai ke Sulawesi dengan rincian cadangan (reserve) sebesar 17.506 mw dan sumber daya (resources) sebesar 11.073 mw.

Akan tetapi, pemanfaatan energi panas bumi untuk keperluan pembangkitan listrik baru sekitar 10 persen dari cadangan yang ada sehingga peluang untuk pengembangan energi panas bumi masih sangat terbuka lebar.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Suryadharma sangat mendukung pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi primer di Indonesia. Sebab, panas bumi merupakan sumber energi bersih yang rendah emisi sehingga tidak merusak lingkungan.

Oleh sebab itu, Suryadharma meminta kepada Pemerintah untuk terus mengkampayekan manfaat panas bumi kepada masyarakat luas.

“Kalau masyarakat paham pasti mendukung, ini yang perlu ditingkatkan. Kalau dibiarkan saja, akan kontraproduktif,” pungkas Suryadharma.(mtv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini