Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Indocement Tampilkan UMKM Pati di Surabaya Great Expo 2016

22 May 2016 // 18:02 // EKONOMI, UMKM

 

Vice Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement, Jean Christophel (kanan)

Vice Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement, Jean Christophel (kanan)

SURABAYA (suarakawan.com) – PT Indocement turut berpartisipasi dalam pameran Usaha Menengah Kelompok Menengah (UMKM) Surabaya Great Expo 2016 di Grand City, Surabaya.

Indocement menyuguhkan pameran hasil kerajinan warga Pati, Jawa Tengah yang menjadi binaannya selama dua tahun terakhir.

“Kita sering mengikuti pameran. Kali ini, kami menyertakan hasil kerajinan UMKM warga Pati,” kata Vice Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement, Jean Christophel, disela-sela pameran produk UMKM di Grand City, Surabaya, Minggu (22/5).

Beberapa hasil kerajinan UMKM warga Pati yang dipamerkan antara lain kain batik, kripik singkong, madu, hasil-hasil pertanian dan produk kerajinan dari kaleng bekas. Kerajinan yang dihasilkan warga Pati tersebut dari dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Tambak Romo dengan meliputi 11 desa, serta Kecamatan Kayen di 3 desa.

“Untuk wilayah Pati saja, kendati pabriknya belum berdiri karena masih menghadapi gugatan AMDAL, program bina mitra CSR Indocement telah merangkul banyak warga di dua kecamatan. Sekarang, pelaku UMKM mendapat bantuan baik dari pemerintah ataupun dari perusahaan swasta yang peduli,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sudah memiliki sebanyak 37 desa binaan. Rata-rata bergerak disektor industri kreatif. Ada salah satu desa binaan perusahaan semen itu yang diberi nama Desa Kaleng.

“Sejumlah warga di desa ini memproduksi kerajinan hiasan dari bahan besi logam. Salah satu hiasan yang diproduksi adalah bentuk binatang,” ungkap Jean.

Warjo, salah seorang warga Pati yang tergabung dalam program bina mitra CSR PT Indocement, mengakui ada dua kubu yang pro kontra terhadap rencana pendirian pabrik Indocement di wilayahnya. Jika kemudian dia memilih pro terhadap Indocement dengan bergabung di program bina mitra CSR-nya karena dirasa menguntungkan bagi warga.

“Wilayah Pati Selatan (lokasi rencana pendirian pabrik Indocement, red) selama ini kondisinya mengenaskan. Kawasannya gersang. Keberadaan Indocement bisa mengangkat perekonomian warga di Pati Selatan,” ungkapnya.

Anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) Tambak Romo ini menambahkan, sebelum bergabung dengan program bina mitra CSR PT Indocement, pihaknya telah mengajukan untuk survei ke wilayah pabrik-pabrik Indocement yang telah berdiri di daerah lain.

“Akhirnya kita diajak ke pabrik-pabrik Indocement yang telah berdiri. Salah satunya di Cirebon. Ternyata warga di sekitar pabrik Indocement di Cirebon perekonomiannya turut terangkat dengan keberadaan pabrik,” ungkapnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini