Imbas Badai Cempaka, Banyumas Merugi 700 Juta dalam Sehari

penduduk-berjalan-digenangan-banjir-luapan-sungai-citarum-yang-menggenangi-_160315180624-944

BANYUMAS (suarakawan.com) – Bagi peternak ayam pedaging, musim hujan adalah saat-saat merepotkan. Kelembapan tinggi menyebabkan berbagai penyakit mudah muncul, mulai snot, gumboro hingga tetelo atau wabah Newcastle Disease (ND).

Kematian akibat penyakit-penyakit ini, terutama yang terakhir, bisa mencapai 80 persen. Maka, peternak pun melakukan beragam upaya untuk menghindari serangan penyakit mematikan itu.

Seperti Samsudin (55), misalnya. Peternak kawakan Desa Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ini menutup seluruh dinding kandang pada awal pemeliharaan hingga berumur dua pekan.

Lihatlah hasilnya sekarang, ribuan ayamnya sehat-sehat. Angka kematian kecil, di bawah dua persen. Ayamnya pun gendut-gendut menggemaskan. Ia tinggal menunggu tujuh hari lagi untuk memanen jerih payahnya. Ayam-ayam itu biasanya dipanen di usia 35 atau 37 hari.

Tetapi, tepat di hari ke-30, petaka datang. Hujan lebat disertai angin kencang menderu dari arah utara Banyumas. Badai Cempaka di Samudra Hindia memicu kecepatan angin hingga 40 knot atau sekitar 70 kilometer per jam.

Kandang ayamnya, yang hanya terbuat dari rangkaian bambu dan cor beton, goyah. Ayam-ayamnya panik beterbangan. Tak kuat diterpa angin kencang, kandang berukuran 30×7 meter ini miring. Lantas, ambruk total. Dalam peristiwa ini, ia menderita kerugian Rp 75 juta.

Di saat yang sama, Kamis sore, 30 November 2017, terpaan angin kencang juga menyebabkan kandang ayam pedaging kapastitas ribuan ekor milik Haji Muhtar (60) ambruk. Sekitar 400 ekor ayam berumur 21 hari mati. Ia pun menderita kerugian Rp 75 juta.

Tak hanya di Desa Krajan, angin kencang dan hujan lebat dipicu badai Cempaka juga menyebabkan belasan kandang ayam pedaging di empat kecamatan lainnya ambruk. Keempat kecamatan itu yakni, Kecamatan Pekuncen, Cilongok, Ajibarang dan Karanglewas. Total, peternak rugi ratusan juta rupiah. (lp6/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Imbas Badai Cempaka, Banyumas Merugi 700 Juta dalam Sehari"