Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ikut Kirab Malam 1 Suro, Menteri Susi: Tidak Biasa Jalan Pelan

21 Sep 2017 // 08:26 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

menteri-kelautan-dan-perikanan-susi-pudjiastuti_20170921_031950

SOLO (suarakawan.com) – Kirab pusaka di Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran digelar pada Rabu malam (20/9). Sejumlah tokoh pun turut berkeliling kompleks keraton, salah satunya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Prosesi kirab diawali dengan dikeluarkannya sejumlah pusaka milik Puro Mangkunegaran di Pendapi Ageng. Lima pusaka dipilih oleh Puro Mangkunegaran untuk kirab kali ini.

Sri Paduka Mangkunegoro IX dan sejumlah kerabat serta tamu undangan turut mengkuti secara khusuk setiap prosesi. Selain Menteri Susi, tamu undangan yang turut dalam kirab itu adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Para peserta kirab dilarang untuk berbicara selama berkeliling kompleks Mangkunegaran tersebut.

Susi dan sejumlah tamu undangan lain pun menuruti aturan itu. Mereka khidmat berjalan bersama ratusan abdi dalem keraton.

Penampilan Susi pun kali ini berbeda. Susi mengenakan kebaya warna hitam dan kain jarik warna cokelat dengan rambut disanggul.

Susi mengatakan senang bisa mengikuti kirab Malam Satu Suro di Puro Mangkunegaran meski dirinya mengaku tidak terbiasa memakai jarik dan berjalan pelan.

“Ini pertama kali. Tidak biasa jalan pelan. Tradisi ini patut dilestarikan supaya masyarakat tahu. Saya pikir ini kebersamaan yang luar biasa dan memelihara budaya. Dan, kearifan lokal itu sangat penting untuk sebuah bangsa,” kata Susi seusai ikut kirab.

Sekretaris Panitia Malam Satu Suro Mangkunegara, Mas Ngabehi Wadono Joko Pramudyo, mengatakan, kedatangan sejumlah pejabat untuk mengikuti kirab memang sudah diagendakan. Mereka sangat antusias mengikuti ritual tahunan itu.(kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini