IHSG Berpotensi Terkoreksi

Tidak ada komentar 9 views

Bursa Efek Indonesia

JAKARTA (suarakawan.com) – Setelah dua hari berturut-turut mengalami kenaikan signifikan akibat sentimen positif terhadap respon Eropa yang akan membantu krisis Yunani, dalam perdagangan hari ini IHSG berpotensi mengalami koreksi.

Indeks bursa Wall Street ditutup melemah. Sentimen negatif datang dari pernyataan The Fed yang mengestimasi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS. The Fed memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh antara 2,7% sampai 2,9% tahun ini. Perkiraan ini lebih rendah dari perkiraan pada April sebesar 3,1% sampai 3,3%.

Berita emiten datang dari FedEx yang melaporkan kenaikan pendapatan dan memperkirakan ekspektasi permintaan global akan pengiriman paket juga mengalami kenaikan. Saham FedEx naik 2% pada perdagangan kemarin. Saham CarMax Inc naik 7,7% setelah perusahaan mengatakan adanya kenaikan laba sebesar 25%.

Saham-saham yang masuk dalam kategori top loser seperti: Boeing Company (BA) -2,51%, Home Depot, Inc. (HD) -1,41 dan General Electric Company (GE) -1,33. Pada Selasa (22/6) Indeks Dow Jones -0,66% ke level 12.109, Indeks S&P 500 -0,65% ke level 1.287 dan  Nasdaq -0,67% ke level 2.669.

Bursa Jepang bergerak mix pagi hari ini. Pasar bergerak ragu-ragu didorong sentimen pernyataan The Fed yang mengestimasi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang hanya  akan tumbuh antara 2,7% sampai 2,9% pada tahun ini.

Indeks spot Nikkei menguat  17,71 poin (0,18%) di posisi 9646,99 poin. Topix menguat 0,17% di posisi 830,48 poin.

Saham-saham yang menguat : Sumitomo Realty menguat 1,75% ke posisi 1684 yen dan Tokio Marine naik sebesar 0,6% ke posisi 2182 yen. (ift/nas)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "IHSG Berpotensi Terkoreksi"