Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ibu Mungil di Cilacap Lahirkan Bayi Jumbo

04 Aug 2017 // 15:01 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

bayi

CILACAP (suarakawan.com) – Kelahiran seorang bayi laki-laki menarik perhatian banyak warga Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah. Berat badan bayi ini mencapai 5,4 kilogram. Bukan hanya itu, bayi jumbo ini dilahirkan dari seorang ibu mungil yang hanya bertinggi badan 148 centimeter.

Yang lebih mencengangkan, sekalipun dilahirkan dari ibu mungil, bayi jumbo ini lahir melalui persalinan normal. Kendati demikian, tim medis Puskemas Cimanggu sempat menjalankan berbagai penanganan khusus.

Bayi ini merupakan putra pasangan Fitriyah (28) dan Muhamad Nurkholis (28), warga Desa Cilempuyang, RT 003/05, Kecamatan Cimanggu, Cilacap. Adapun Kepala Ruang Bidan Puskesmas Cimanggu I, Dwi Atikah mengatakan, bayi ini dilahirkan pada Senin, 31 Juli 2017, pukul 22.55 WIB.

“Bayi lahir melalui persalinan normal. Beratnya lima ribu empat ratus gram (5,4 kg),” ucap dia, seperti diberitakan Jumat (4/7).

Dwi menjelaskan, tim medis yang menangani persalinan tak menyangka bayi yang dilahirkan Fitriyah berukuran jumbo. Sebab, bukaan pinggang sang ibu saat persalinan maksimal adalah 34. Diperkirakan, bayi akan lahir dengan bobot 3,66 kilogram.

Itu sebabnya, ibu ini tak dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas persalinan lain yang memiliki alat pendukung untuk operasi bedah cesar. Apalagi, ketika datang, keluarga tersebut menyertakan hasil pemeriksaan Ultra Sonography (USG), dua pekan sebelum melahirkan yang menunjukkan bahwa perkiraan bayi lahir tak lebih dari 3,6 kilogram.

“Ya, karena kita sendiri tidak menyangka bayinya sebesar itu,” ujarnya.

Adapun dokter Yani Amaroh, mengatakan bahwa dalam proses persalinan pihaknya sempat mengalami kesulitan untuk membantu si ibu melahirkan dengan persalinan normal. Pasalnya, tubuh bayi yang besar sulit untuk keluar atau dalam istilah kedokteran disebut distosia bahu.

“Bahunya tertahan karena ukuran tubuhnya memang besar,” Yani menjelaskan.

Dalam situasi itu, menurut dia, tim medis akhirnya memutuskan untuk menerapkan teknik “Mr Robert” atau mengangkat kaki si ibu ke atas badan ibu. Akhirnya, sang bayi jumbo ini pun lahir dengan selamat.

“Posisi distosia bahu hanya beberapa saat. Kurang dari lima menitlah, setelah itu bayi bisa dilahirkan. Setelah ditimbang baru kami semua kaget,” tutur Yani.

Dia menambahkan, normalnya bayi lahir berbobot antara 2,5 hingga 4,2 kilogram. Dengan demikian, bayi ini masuk kategori giant baby atau bayi raksasa alias bayi jumbo.

“Beberapa saat setelah dilahirkan bayi juga menangis keras. Seluruh organ vital normal. Ibunya juga sehat, meski agak lemah sedikit,” dokter Yani memungkasi penjelasan seputar proses kelahiran bayi jumbo tersebut. (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini