Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ibu di Kebon Jeruk Tega Habisi Nyawa Balitanya dengan Obat Nyamuk Semprot

13 Nov 2017 // 12:24 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

police line2

JAKARTA (suarakawan.com) – Seorang wanita di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, NW tega menganiaya anaknya, GW (5), hingga tewas.

Alasan NW menganiaya GW sangat sederhana, lantaran kesal anaknya sering ngompol.

“Pelaku kesal kemudian mengambil tindakan hukuman yang di luar batas dan berakibat fatal karena di tubuh korban ditemukan tanda-tanda hukuman yang di luar batas,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Langie.

Roycke kemudian menjelaskan proses penganiayaan yang dilakukan NW pada Sabtu (11/11) pukul 17.30 WIB.
Menurut kesaksian tersangka, tangan dan kaki GW diikat tali plastik.

Kemudian, NW menyemprotkan pembasmi serangga ke wajah GW dan menutup kepalanya menggunakan kantong plastik agar anaknya itu berhenti menangis.

“Tersangka menggunakan obat nyamuk semprot untuk mendiamkan korban dan juga tali rafia untuk mengikat tangan dan kaki korban. Ini sinkron dengan keterangan tersangka,” ujar Roycke.

Dari visum yang dilakukan, korban juga kedapatan memiliki luka memar di tubuhnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Asem Raya, Duri Kepa, Kebon Jeruk, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang terkait dengan penyiksaan terhadap GW.

Adapun barang bukti tersebut adalah kantong plastik berwarna merah yang digunakan untuk menutup kepala korban, tali plastik warna hitam, pembasmi serangga semprot, dan gunting.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat menggunakan Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutup Roycke.(tbn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini