IAEA: Belum Ada Indikasi Kebocoran Nuklir Jepang

TOKYO – Pemerintah Jepang terus berupaya mencegah terjadinya ledakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima, Daiichi Jepang.

Kepala Badan Energi Atom Internasional, Yukiya Amano mengatakan reaktor PLTN yang terkena ledakan tetap utuh dan sejauh ini, jumlah radiasi masih terbatas.

“Pemerintah Jepang bekerja sekeras, untuk menstabilkan pembangkit listrik tenaga nuklir dan kami menjamin keamanannya,” kata Amano dalam dalam konferensi pers, Selasa (15/3).

Amano menambahkan PLTN Fukushima akan mematikan reaktornya secara otomatis saat terjadi bencana alam. Selain itu, reaktor di Fukushima juga mempunyai benjana pengaman. Hal ini tidak dimiliki reaktor Chernobyl.

Sementara itu Lembaga Atom Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai saat ini, belum ada indikasi kebocoran nuklir dalam ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima, Jepang. Namun situasi bisa saja berubah.

“Kami tidak mendapat indikasi ada kebocoran nuklir saat ini,” ujar Direktur Keselamatan Reaktor Nuklir IAEA (International Atomic Energy Agency), James Lyons dalam jumpa pers seperti dilansir AFP, Senin (14/3).

Seperti diberitakan, Senin (14/3), reaktor nuklir di PLTN Fukushima Daiichi, Jepang, meledak lagi. Ledakan berasal dari reaktor nomor 3.

Asap tampak membumbung dari PLTN tersebut. Badan Nuklir Jepang mengkonfirmasikan ledakan tersebut terjadi di reaktor nomor 3 di reaktor nuklir Daiichi di Fukushima. Namun ledakan itu tidak sampai merusak tempat reaktor. (Reuters-AFP/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "IAEA: Belum Ada Indikasi Kebocoran Nuklir Jepang"