Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Hingga April 2017, Utang Indonesia Tembus Rp3.667,41 Triliun

26 May 2017 // 17:29 // EKONOMI, HEADLINE

rupiah

JAKARTA (suarakawan.com) ā€“ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, posisi utang pemerintah saat ini masih relatif aman dibandingkan negara-negara lainnya. Posisi utang pemerintah, pun tidak perlu dikhawatirkan ataupun dibesar-besarkan.

“Utang kita bagaimanapun tidak termasuk kategori tinggi diantara negara-negara di dunia,” tegas Darmin, Jumat (26/5).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, utang pemerintah pusat sampai April 2017 sebesar Rp3.667,41 triliun, atau meningkat sebesar Rp16,37 triliun dibandingkan bulan lalu.

Naiknya utang pemerintah pusat tersebut berasal dari penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp19,85 triliun dan berkurangnya pinjaman sebesar Rp3,49 triliun.

Lalu, penambahan utang neto tahun 2017 sampai dengan April, adalah sebesar Rp156,25 triliun yang berasal dari kenaikan SBN sebesar Rp152,08 triliun dan pinjaman sebesar Rp4,17 triliun.
Kemudian, pada posisi pada April menunjukkan, utang pemerintah secara keseluruhan tersebut terdiri dari SBN sebesar Rp2.932,69 triliun, dan pinjaman sebesar Rp734,71 triliun.

“Kalau dilihat dengan negara lain, kita termasuk negara berutang yang tidak bermasalah. Utang kita memang 30 persen dari PDB (produk domestik bruto). Sementara banyak negara 100-200 persen,” ujarnya.

Sebagai informasi, indikator risiko utang pada April menunjukkan rasio utang dengan tingkat bunga mengambang sebesar 11,4 persen dari total utang. Sementara dalam hal risiko tingkat nilai tukar, rasio utang dalam mata uang asing terhadap total utang adalah sebesar 42 persen. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini