Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Hina Nabi Muhammad, Pria Pakistan Dijatuhi Hukuman Mati

12 Jun 2017 // 16:40 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

A smartphone user shows the Facebook application on his phone in Zenica, in this photo illustration

ISLAMABAD (suarakawan.com) – Taimoor Raza, pria asal Pakistan, dinyatakan bersalah karena menghina Nabi Muhammad di media sosial Facebook. Atas kesalahan itu, Raza divonis hukuman mati.

Foxnews melaporkan, Pengadilan Anti-Terorisme Pakistan memvonis hukuman mati lantaran Raza terlalu keras dan intensif mengkritik Nabi Muhammad. Raza ditangkap setelah berdebat tentang Islam di Facebook dengan seorang pria yang merupakan salah satu pejabat di Pengadilan Kontra-Terorisme.

Saudara laki-laki Raza, Waseem Abbas, mengatakan saudaranya merupakan anggota Komunitas Muslim Syiah Pakistan.

“Saudaraku terlibat debat sektarian di Facebook dengan seseorang yang kemudian kami ketahui seorang pejabat di pengadilan,” ujarnya.

Raza mulanya dikenai pasal 298A dengan tuduhan melakukan penghinaan terhadap kepercayaan lain dengan hukuman 2 tahun penjara. Namun, tiba-tiba Raza dijatuhi hukuman pasal 295C dengan tuduhan penghinaan terhadap Nabi Muhmmad.

Oleh karena itu, Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan menilai putusan tersebut dianggap mencederai hak kebebasan berpendapat. Pengadilan dianggap telah main hakim sendiri.

Pakistan memang sedang gencar-gencarnya memberantas penghujatan di media sosial. Pemerintah Pakistan bahkan meminta Facebook dan Twitter untuk membantu mengidentifikasi pengguna yang melakukan penghujatan.

Raza adalah orang pertama di Pakistan yang dijatuhi hukuman mati karena menghujat di media sosial. Pemerintah menganggap media sosial menjadi ajang untuk membentuk opini publik, termasuk melawan pemerintah dan militer. (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini