Heidy : Desainer Muda Yang Cinta Batik

Tidak ada komentar 11 views

Heidi

SURABAYA (suarakawan.com) – Meski masih muda usia, kawan kita kali ini telah menorehkan beragam prestasi. Salah satunya telah memperoleh Rekor MURI sebagai perancang busana termuda sejak usia 3,5 tahun pada Mei 2009 lalu.

“Saya memang sangat menyukai dunia desain dan  berbagai motif batik yang menurut saya sangat indah dan tidak ada duanya di dunia,”ungkap Heidi Wijono yang pernah meluncurkan koleksi Batik in Kyoto.

Berbagai motif batik diatas media kain Taffeta, Silk dan Chiffon menjadi ajang kreasi Heidi. Sementara nuansa Kyoto tampil dalam bentuk busana yang mengadopsi desain pakaian tradisional Jepang,Kimono namun tampil lebih aktraktif dengan warna-warna spring (muda,red).

Tak hanya sekedar mengagumi keindahan yang membuat Heidi mengawinkan batik dengan kota Kyoto. Ternyata tersembunyi sebuah harapan yang sangat idealis bagi seorang remaja seperti Heidi.

“Kalau kita menampilkan budaya negara lain, biasanya mereka respek juga kepada kita. Jadi kita lebih mudah masuk untuk mengenalkan dan memasarkan produk kita. Saya ingin batik lebih mendunia. Setelah Kyoto, saya akan menggarap kota lain di Dunia,”ucap Heidi penuh percaya diri.

Namun sayang, sebagai desainer muda yang mulai naik daun di Surabaya, Heidi merasa bahwa masyarakat Surabaya kurang tertarik untuk mengenakan batik sebagai busana resmi atau busana malam.

“Masyarakat Surabaya masih banyak yang suka busana dengan akseori borci. Ini merupakan tantangan bagi saya agar masyarakat Surabaya bisa bangga mengenakan batik dalam acara formal. Jika dipadukan dengan berbagai aplikasi, batik akan menjelma menjadi busana yang elegan dan menarik,” imbuh gadis kelahiran 10 Oktober 1991 ini.

Meski menawarkan konsep ready to wear, bukan berarti busana yang ditawarkan bersifat “pasaran”. Artinya, busana-busana yang dipajang dibuat dalam jumlah terbatas dan tidak diproduksi secara massal. Tiap desain hanya terbatas ukuran S, M, L dan XL karena Heidi ingin menekankan koleksi limited edition.

Meski masih muda usia, gadis yang mengaku sangat manja kepada sang ayah Antonius Widjaya ini telah mampu meraih banyak kepercayaan perusahaan ternama untuk mendesain dan memproduksi seragamnya. Tak kurang dari Avian Paint, Sasa Inti bumbu masak, Silver taxi, Blue Bird taxi hingga Bank Ganesha dia garap. Sungguh sebuah prestasi yang membanggakan. Terlebih jika dikaitkan dengan penetapan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik setelah pengakuan Unesco.(nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Heidy : Desainer Muda Yang Cinta Batik"