Hasil Sensus Ikan Brantas 2011, Sungai Brantas Kian Rusak

proses sensus ikan Brantas 2011

SURABAYA (suarakawan.com) -Tingginya kuantitas serta kualitas pencemaran di Kali Surabaya memaksa sejumlah aktivis lingkungan menggelar sensus ikan. Kegiatan tersebut untuk mengetahui seberapa besar dampak pencemaran Kali Surabaya terhadap ekosistem disekitarnya.

Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Lahan Basah (Ecoton), Prigi Arisandi, Jumat (15/07) mengatakan, kegiatan sensus telah dilaksanakan 8-14 Juli. Kegiatan itu akan dimulai dari bantaran sungai tepat didepan SPBU depan PT Tjiwi Kimia, Kota Mojokerto menggunakan 12 perahu. Lantas, bagaimana hasilnya ?

“Hasilnya sungguh mengejutkan. Namun sesuai prediksi kami bahwa jumlah ikan di Kali Surabaya-Brantas sudah jauh berkurang,” imbuh pria yang pernah meraih Goldman Enviromental Prize dari Presiden Obama ini.

Pernyataan Prigi didukung nelayan. Sunoto, salah satu Nelayan yang dilibatkan dalam sensus ikan Brantas 2011 ini mengatakan bahwa semakin sulit menemukan bagian sungai Brantas yang menjadi habitat ideal ikan.

“Tahun 1972 Ikan kali brantas ini melimpah, dalam satu tebaran jala saya pernah mendapatkan ikan ramas yang banyak seberat 1 kuintal lebih,” Ungkap Sunoto.

Ditambahkan Prigi, hasil sensus ikan Brantas menemukan bahwa jumlah Bader menipis. Demikian pula ikan Jendil dan Keting sudah semakin jarang.”Semoga kondisi ini membuat pemerintah sadar bahwa Kali Brantas semakin rusak dan secepatnya menerapkan regulasi yang tepat seperti penentuan klas sungai,” pungkas Prigi. (jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *