Hari Kartini, Puluhan Aktifis Perempuan Kritik warung pangku

GRESIK (suarakawan.com) – Dalam memperingati Hari Kartini, puluhan Aktifis perempuan yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi unjuk rasa di Alun-Alun Kota Gresik, Sabtu(21/04).

Unjuk rasa puluhan aktifis perempuan tersebut menyampaikan tiga tuntutan, pertama menuntut pemerintah menertibkan pusat-pusat keramaian dari tindakan asusila, kedua lokalisir keberadaan warung remang-remang atau warung pangku dan ketiga menuntut pemerintah agar membentuk lembaga pembinaan bagi penjaga atau pemilik warung remang-remang.

Korlap aksi Elis Nur Indah Sari mengatakan, agar tidak melenceng dari motivasi peringatan Hari Kartini, mengutuk keberadaan warung remang-remang yang sering digunakan sebagai lahan prostitusi terselubung.

“Keberadaan cafe dan warung-warung tersebut telah menyalahi perda nomor 07 tahun 2002 tentang pelarangan pelacuran dan perbuatan cabul,” tegasnya.

Selain berorasi, puluhan demonstran tersebut juga membagi-bagikan karangan bunga kepada para pengguna jalan sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya warung remang-remang dikabupaten gresik.(ika/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Hari Kartini, Puluhan Aktifis Perempuan Kritik warung pangku"