Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Harga Sembako Melonjak, Pemerintah Diminta Turun Tangan

01 Jun 2017 // 17:16 // EKONOMI, HEADLINE

20170601_114122

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemerintah harus turun tangan terhadap melonjaknya harga sembilan bahan pokok (sembako). Lonjakan kerap terjadi selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Jatim).

“Urusan harga sembako, wajib bagi pemerintah untuk turun tangan. Kalau tidak bisa bahaya,” kata Ketua Umum Kadin PB Jatim, Alim Basa Tualeka kepada wartawan di Surabaya, Kamis (1/6).

Menurutnya, pemerintah harus menguasai pasar. Kalau pasar dikuasai rakyat, maka akan mudah dipermainkan oleh tengkulak. Bila perlu pemerintah bersinergi dengan provinsi lain dalam rangka menstabilkan harga.

“Misalnya, Provinsi yang kelebihan bawang merah atau putih, misalnya, diminta untuk mengirim ke provinsi yang kekurangan stok. Pemerintah jangan hanya berpatok pada situasi jangka pendek. Jangka panjang juga perlu dipikirkan,” ucapnya.

Dia menilai kartel itu bagus, tapi kalau sudah memainkan harga, maka memberatkan masyarakat. Kenaikan harga sembako akhir-akhir ini, dipicu oleh hukum suplay and demand para mafia kartel yang mempraktekan perdagangan hingga pendistribusian bahan pokok jelang Ramadhan hingga Lebaran 2017.

“Pengawasan bahan pokok di Jatim sarat akan permainan, sehingga dengan mudah memainkan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran. Terkadang lonjakan harga bisa mencapai 3 kali lipat, sehingga mencekik leher masyarakat di bawah,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kegiatan operasi pasar yang dilakukan pemerintah harus tepat sasaran. Terutama di pasar-pasar yang dekat pemukiman, bukan pasar induk atau pasar besar yang selama ini terjadi.

“Jangan operasi pasar yang mudah dijangkau masyarakat, tapi masyarakat perkotaan. Ini yang sering kita jumpai selama ini dan berharap Disperindag Jatim melakukan evaluasi tata cara operasi pasar agar tepat sasaran,” kata pria yang akrab dipanggil Obasa ini. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini