Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Harga Minyak Dunia Terus Menguat

16 May 2017 // 10:59 // EKONOMI, HEADLINE

minyak

NEW YORK (suarakawan.com) – Harga minyak dunia melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa (16/5). Penguatan ini terjadi pasca-pengumuman bersama dari Arab Saudi dan Rusia terkait dilanjutkannya pemangkasan produksi minyak hingga Maret 2018 mendatang.

Acuan harga minyak Brent berada pada level 52,05 dollar AS per barrel. Angka ini naik 23 sen atau 0,44 persen dibandingkan penutupan pada perdagangan sehari sebelumnya.

Sementara itu, acuan harga minyak Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) berada pada posisi 49,10 dollar AS per barrel. Angka ini naik 25 sen atau 0,51 persen dibandingkan kemarin.

Arab Saudi dan Rusia kemarin menyatakan bahwa mereka setuju untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak sebesar 1,8 juta barrel per hari (bph) selama sembilan bulan hingga Maret 2018.

Namun, belum ada kesepakatan resmi soal ini dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non OPEC lainnya.

“Tekanannya sekarang berada di tangan para pejabat untuk mengimplementasikan janji ini,” kata James Woods, analis investasi global di Rivkin Securities.

Woods juga memprediksi bahwa pasokan minyak akan cenderung tetap berlimpah meskipun ada perpanjangan pemangkasan produksi.

“Seperti yang sudah kita lihat selama enam bulan terakhir, peningkatan produksi (minyak) AS dan rekor inventori telah mnbuat penguatan (harga) cenderung terbatas dan perpanjangan (pemangkasan produksi) selama sembilan bulan untuk saat ini tampaknya tidak akan memecahkan fakta itu,” ujar Woods. (kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini