Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Harga Kasih Sayang Seorang Ibu

03 Jun 2017 // 07:27 // CAHAYA RAMADHAN

hamil

Seorang anak yang kaya lagi sukses menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit. Sudah sebulan lamanya sang ibu bergelut dengan penyakit yang nyaris merenggut nyawanya.

Alhamdulillah, tepat keesokan harinya sang ibu telah diijinkan pulang oleh dokter. Dengan segera, si anak mengantar ibunya kembali ke rumah. Ketika sampai di rumah, dan melihat ibunya terbaring, tiba tiba si anak mengeluarkan lembaran lembaran kertas untuk diberikan kepada ibunya. Isinya adalah tagihan uang selama perawatan di rumah sakit.

1. Obat: Rp. 12.500.000

2. Kamar rumah sakit: Rp. 8.000.000

3. Uang Lelah menjenguk: Rp. 4.000.000

4. Uang Jaga malam di rumah sakit: Rp.
3.000.000

5. Uang untuk Merawat ibu selama sebulan :Rp.
5.000.000

6. Kerugian karena harus meninggalkan
meeting: Rp 4.500.000

4. Bensin untuk perjalanan: Rp1.000.000

5. Lain lain: Rp10.000.000

Tak lupa, dipojok kiri bawah tertulis “Bisa dilunasi kontan atau dicicil”

Sang ibu tersenyum kepada anak
kesayangannya tersebut. Beliau lalu mengambil sebuah map dan menyerahkan kepada anaknya. Si anak yang tidak mau waktunya terbuang, segera meluncur meninggalkan rumah ibunya.

Beberapa jam setelah itu, ponselnya berdering dan seorang kerabatnya mengabarkan kalau penyakit ibunya kambuh. Si anak terdiam tidak peduli, jadwal kerjanya masihlah sangat
banyak dikantor, dan itu yang harus
diutamakan, pikirnya.

Sebentar kemudian, dia teringat untuk
membuka dan mengetahui isi dari sebuah map yang telah diberikan ibunya hari itu. Ternyata berisi sebuah sertifikat rumah, tanah, dan lain lain milik ibunya.

Belum sempat dia menyelesaikan membaca,
tiba tiba ponselnya berdering lagi. Kali ini kerabatnya memberitahukan bahwa sang ibu telah meninggal dunia.
Si anak masih terdiam, sampai dia melihat secarik kertas kecil yang jatuh diantara beberapa surat yang digenggamnya.

Sebuah surat terakhir dari ibunya yang berisi…”Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan pada ibu, anakku sayang. Kamu punya rincian, ibupun akan demikian. Namun ibu merasa kurang bisa mengisi berapa harga yang pas untuk rincian ini.

Untuk pembelian nutrisi selama kamu di dalam kandungan: “gratis”

Untuk sembilan bulan ibu mengandungmu:
“gratis”

Untuk biaya bersalin ditambah biaya kesakitan melahirkanmu : “gratis”

Untuk setiap malam ibu menemani kamu:
“gratis”

Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu : “Gratis”

Untuk membawamu ke dokter dan mengobati
saat kamu sakit, serta mendo’akanmu: “gratis”

Untuk setiap tetes Air susu ibu: “gratis”

Untuk biaya sekolah, makan, tempat tinggal untukmu: “gratis”

Untuk biaya mendidikmu hingga kamu dewasa dan sukses : “gratis”

Untuk Mengasihimu selama 30 tahun: “gratis”

Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan
semuanya Akan kamu dapati bahwa harga Kasih sayang ibu adalah “GRATIS…!!”

Ah ibu cuma bercanda anakku…Ibu serahkan semua ini sebagai warisan untukmu, sebagai pengganti biaya pengobatan ibu.

Maaf ibu tidak bisa memberimu lebih
banyak. Maafkan ibu.”

Tangis penyesalanpun akhirnya memenuhi
ruangan itu…

Cintai orang tua kita yang masih ada…….. semoga berguna untuk anak anak kita.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini