Hanya Tiga Persen UMKM Jatim Siap Hadapi MEA

umkm

SURABAYA (suarakawan.com) – Jelang pemberlakukan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), tidak semua UMKM di Jatim siap bersaing. Dari data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, hanya sekitar tiga persen dari jumlah UMKM di Jatim yang siap menghadapi MEA.

Jumlah UMKM di Jatim saat ini tercatat sekitar delapan juta. Dari jumlah itu hanya tiga persen yang siap hadapi MEA atau sekitar 240 ribu pengusaha kelas menengah yang telah memaasuki pasar ekspor. Sedangkan kelas pengusaha kecil sekitar lima persen atau sebanyak 400 ribu pengusaha masih rintisan ekspor dan kita dorong untuk bisa bersaing.

“Jadi yang siap menghadapi MEA itu kelas menengah dan kecil yang masih butuh persiapan. Unutk kelas pengusaha mikro yang cukup dominan jumlahnya kini masih sulit unutk bisa bersaing karena modal juga masih sangat terbatas,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, A Mudjib Afan, Selasa (26/5).

Dari total pengusaha UMKM di Jatim, pengusaha mikro mencapai 92 persen atau lebih dari tujuh juta pengusaha. Modalnya masih terbatas seperti aset usaha diluar tanah sekitar Rp 50 juta dengan omset Rp 100 juta per tahun. Untuk usaha kecil aset usaha diluar tanah sekitar Rp 100 juta dengan omset Rp 1 miliar per tahun. Sedangkan kelas menengah yakni memliki aset Rp 1 miliar dengan omset Rp 10 miliar per tahun.

Selama ini, ekpor dari UMKM juga cukup berhasil dan diminati banyak Negara. Misalnya UMKM dari Kota Batu yakni Bu Hartin yang bisa mengekspor peyek menggunakan kontainer ke Hongkong, Singapura, Jepang, Kanada, hingga Belanda.

Selain itu, ada pula kripik buah Pak Kris dari Kota Malang. Kripik dari buah Apel, Nangka, Belimbing, Pisang pun diekspor.
“Pengusaha menengah kita itu dari segi permodalan sudah cukup kuat. Mereka sudah menempuh pendidikan dan pelatihan teknologi yang mumpuni,” ujarnya.

Namun, Afan juga terus mengimbau pada para pengusaha kecil dan menengah unutk tidak cepat berpuas diri atas capaian usahanya saat ini.

“Saat MEA persaingan dengan pengusaha UMKM negara lain akan lebih ketat. Jadi pengusaha kita harus terus punya inovasi agar tetap mempunyai daya saing,” tukasnya. (bng1/rur)

Satu Respon
  1. author

    Suta Widhya3 tahun ago

    Berisiko…

    Balas

Tinggalkan pesan "Hanya Tiga Persen UMKM Jatim Siap Hadapi MEA"