Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Hakim PN Bengkulu Terjerat OTT KPK

07 Sep 2017 // 13:38 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

kpk2

JAKARTA (suarakawan.com) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap salah satu hakim di Pengadilan Negeri Bengkulu berinisial S, lewat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan semalam, Rabu (6/9).

“Kami konfirmasi, benar tadi malam tim KPK lakukan OTT di Bengkulu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (7/9).

Hakim S merupakan seorang perempuan. Dia ditangkap diduga berkaitan dengan salah satu perkara korupsi yang ditanganinya di PN Bengkulu. Namun, belum diketahui kasus korupsi apa yang ditangani S.

“Kami dapat informasi dari masyarakat dan setelah dicek di lapangan, benar ada indikasi transaksi suap yang melibatkan oknum penegak hukum setempat,” ujar Febri.

Febri menambahkan, dari OTT tersebut turut diamankan beberapa orang lainnya. Tim KPK, lanjutnya, juga menemukan sejumlah uang yang diduga suap untuk hakim S tersebut.

“Diamankan sejumlah orang dan sejumlah uang di lokasi,” tuturnya.

Saat ini, pihak-pihak yang berhasil ditangkap sedang menjalani pemeriksaan di Polda Bengkulu. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan di Bengkulu itu.

“Siang ini direncanakan akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses lanjutan,” kata Febri.(cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini