Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gus Sholah Tanggapi Pernyataan Said Agil Soal Ini

30 May 2017 // 19:01 // HEADLINE, PENDIDIKAN

gus-sholah

JOMBANG (suarakawan.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj baru-baru ini diwarta media menuding, nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah kampus perguruan tinggi di Tanah Air, termasuk lewat Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menanggapi itu, tokoh NU yang juga cucu pendiri KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah) mengatakan tidaklah demikian.

“Setahu saya sih di (Masjid) Salman enggak radikal tuh,” ujar Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang ini.

“Bahwa mungkin ada satu dua sih mungkin saja,” tambahnya.

Alumni ITB yang dulu aktif di Masjid Salman tahun 60-an ini bercerita, saat beberapa kali ia diundang ke sana, ia melihat tidak ada yang radikal di sana.

Kata Gus Solah, kawan-kawan di Masjid Salman yang dikenalnya baik-baik. “Ndak ada yang kemudian bicara dengan bahasa yang kasar,” tuturnya.

Beliau kemudian menilai tidak baik kelakar Said Aqil yang berbunyi, “Melihat film porno lebih baik daripada menonton ceramah provokatif dari teroris.” Jelas Gus Solah, lebih baik tidak melakukan kedua-duanya.

“Kalau saya tidak akan melakukan itu. Bercanda yang tidak pada tempatnya. Ayat al-Qur’an, kan, tidak bisa pakai bercanda,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum PBNU Said Aqil menuding, nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

“Seperti di ITB, IPB, ITS, dan lainnya. Terutama ITB lewat Masjid Salman,” ujar Said pada peluncuran Pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor NU, Jakarta Pusat, Senin (22/5).

Selain itu Said Aqil juga melontarkan pernyataan kontroversi yang dinilai sangat menyakiti umat Islam. Ia bahkan tak segan menyebut lebih baik untuk aktivitas nonton film esek-esek.

“Melihat film porno lebih baik dari pada menonton ceramah provokatif dari teroris. Karena kalau lihat porno, pasti sambil beristighfar,” ujar Said dalam penyampaiannya di pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor NU, Jakarta Pusat, pada Senin 22 Mei 2017. (gmr/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini