Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gus Ipul Imbau Warga Kampanyekan #jatimadem Agar Jatim Tetap Kondusif

17 May 2017 // 19:29 // HEADLINE, INTERNET

20170503_123631-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Berbagai upaya pejabat tinggi Jawa Timur (Jatim) dilakukan agar provinsi ini tetap kondusif. Seperti yang dilakukan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul mengimbau kepada warga untuk mencantumkan Tagar (#)jatimadem atau Jatim tetap dingin, di setiap unggahan sosial media (medsos).

“Saya mengimbau pada seluruh pengguna medsos khususnya di Jatim, untuk mengkampanyekan hasthag atau tagar #jatimadem di setiap postingan di media sosial baik itu facebook, twitter, maupun instagram,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Surabaya, Kamis (17/5).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menginstruksikan agar menjaga persatuan bangsa. Instruksi tersebut, sudah ditindaklanjuti Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, dan Pangdam V Brawijaya Mayjend Panglima TNI Kustanto Widyatmoko, serta perwakilan Kejaksaan dan Pengadilan, Rabu siang.

Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) itu sudah memberikan pernyataan sikap tegas untuk menjaga keutuhan NKRI. “Jadi, untuk menjaga agar kondisi Jatim tetap nyaman dan adem, perlu adanya gerakan bersama khususnya di medsos agar semua bisa menahan diri dan menjaga Jawa Timur tetap adem,” ujarnya.

Tagar atau tanda pagar itu, lanjutnya, untuk membuktikan bahwa di Jatim sampai saat ini masih teduh dan tidak terpengaruh suasana saling menjatuhkan dan mengarah pada perpecahan. Dengan #jatimadem, maka setiap pembaca postingan tersebut bisa menahan diri untuk memposting kalimat, foto maupun video yang bernada menghujat.

“Dengan tagar #jatimadem inipula, saya mengajak semua pengguna medsos untuk memposting segala sesuatu yang menyejukkan, demi keutuhan bersama yang ujung-ujungnya menjaga Jatim tetap Adem,” tambahnya.

Komitmen menjaga stabilitas Jatim tetap aman juga ditegaskan oleh kalangan Muspida. Rabu siang, Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, dan Pangdam V Brawijaya Mayjend Panglima TNI Kustanto Widyatmoko, serta perwakilan Kejaksaan dan Pengadilan menyampaikan pernyataan sikap merespon statmen Presiden Jokowi tentang kondisi bangsa saat ini.

Lima point pernyataan sikap tersebut pertama, tidak ragu ragu menindak tegas segala bentuk ucapan, tindakan yang menggangu satu persatuan dan persaudaraan, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, tidak sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, melakukan tindakan hukum tegas kepada kelompok maupun individu yang berusaha memecah bangsa, ketiga mendorong semua kekuatan element masyarakat untuk melawan pemecah belah bangsa.

Keempat memperkuat persatuan dan persatuan untuk menangkal segala bentuk provokasi, dan kelima TNI- Polri akan meningkatkan bentuk pengawasan demi rasa keamanan khususnya, di Jawa Timur.

“Kami di Jatim akan terus mengawal perintah Presiden dengan cara khas Jatim, yakni dengan cara persuasif maupun dialog. Namun hal itu tidak mengurangi ketegasan kita dalam melakukan tindakan bagi siapa pun yang mencoba memecah belah warga,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini