Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gus Ipul Harapkan Masjid At’Tauhid Jadi Masjid Multi Fungsi

11 May 2017 // 20:28 // HEADLINE, RELIGI ISLAMI

IMG-20170511-WA0002

TULUNGAGUNG (suarakawan.com) – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf berharap Masjid At’Tauhid sebagai masjid multi fungsi. Artinya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sholat wajib lima waktu tetapi juga berfungsi spiritual, fungsi sosial, ekonomi dan politik.

“Jika sebuah masjid hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sholat lima waktu, maka masjid tersebut akan sering tutup,” ujarnya saat meresmikan Masjid At’Tauhid yang terletak di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Muttaqien di Desa Tanen, Kecamara Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/5).

Dijelaskan, sebagai fungsi pendidikan, masjid sebagai tempat untuk mempelajari Islam lebih mendalam. Di bidang ekonomi, masjid pada awal perkembangan Islam sebagai tempat untuk mendistribusikan harta zakat, sedekah, yang dibagikan kepada mereka yang memerlukan.

Sedangkan di bidang politik, masjid sebagai tempat berkumpulnya para ulama untuk bermusyawarah menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. “Kita inginkan masjid mempunyai peran nyata dalam pembangunan,” ucapnya.

Oleh karena itu, agar orang mencintai masjid, Gus Ipul-sapaan akrabnya-menyebut selain mempunyai berbagai fungsi juga harus ada tambahan motivasi. Misalkan harus bersih, memiliki sound system yang bagus, nyaman, air untuk berwudhu lancar dan bersih.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan sebuah masjid menyediakan pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat sekitar. Misalnya, klinik kesehatan, BMT (Baitul Maal wa Tamwil) atau lembaga keuangan Islam Mikro atau koperasi syariah sehingga mampu membantu masyarakat yang membutuhkan permodalan.

“Masjid harus mempunyai fungsi yang utuh, agar umat kita tidak diurus oleh orang lain. Apalagi Masjid Masjid At’Tauhid berada dilingkungan ponpes hendaknya dapat mengajarkan para santri dan masyarakat sekitar agar menjadi orang yang cerdas, pintar, terampil dan berakhlak,” jelasnya.

Setelah meresmikan Masjid At’Tauhid, Gus Ipul didampingi pendiri Yayasan Ibrahimy, Mudhofi Hadisiswoyo berkesempatan membuka Workshop Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh IKA UNESA di Aula MAN 3 Deza Tanen, Kec Rejotangan Kabupaten Tulungagung.

Pada kesempatan itu Gus Ipul menyampaikan bahwa seorang guru mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses belajar mengajar untuk melahirkan generasi yang cerdas, pintar, terampil dan berakhlak.

“Kalau ingin negara maju dan pendidikan sukses, sumber daya manusia (SDM) guru harus dibenahi, karena 50 persen keberhasilannya sangat ditentukan oleh guru. Guru ujung tombak kemajuan bangsa,” ungkap Gus Ipul.

Sementara itu, Ketua IKA UNESA, Zaenal Arifin mengatakan maksud diadakannya workshop karya tulis ilmiah adalah ingin meningkatkan SDM guru dengan cara melahirkan karya tulis ilmiah sederhana mengingat masih banyak guru yang tidak pernah menulis karya tulis ilmiah.

“Selain itu IKA UNESA menginginkan agar para guru menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada para murid untuk meningkatkan ekonomi keluarga dikemudian hari,” ungkapnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini