Gus Ipul Blusukan Pasar, Edukasi Pedagang dan Penjual

SURABAYA (suarakawan.com) – Pagi ini pedagang pasar Wonokromo Darmo Trade Center (DTC) dikejutkan oleh kedatangan Gus Ipul ke toko mereka. Bersama dengan Gerakan Beli Indonesia, Gus Ipul melakukan sidak ke lantai satu DTC untuk melihat produk yang mereka jual.

“Saya kaget banget ada Gus Ipul,” kata salah seorang pedagang, Kamis (01/03).

Memang, aksi yang mereka sebut sebagai Serangan Satu Maret ini merupakan respon dari keprihatinan para pengusaha terhadap maraknya produk luar negeri yang membanjiri Indonesia.

Selain melakukan sidak, massa dari Gerakan Beli Indonesia juga rela blusukan ke pasar untuk mengedukasi pedagang pasar dan pembeli. Edukasi ini dengan bentuk memberikan brosur dan pengarahan untuk menyediakan dan membeli produk Indonesia.

“Selama ini regulasi yang dibuat pemerintah tentang ekspor import selalu tidak mendukung,” kata Muhammad Slamet, Sekjen Gerakan Beli Indonesia.

Menurut Muhammad Slamet, regulasi import selalu dimudahkan dan ekspor dipersulit. Oleh karena itu Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sulit bersaing dengan produk luar negeri.

“Coba bandingkan dengan Thailand dan Cina yang angka ekspor nya tinggi,” tambahnya. Padahal kualitas produk Indonesia juga sangat bagus. Beli Indonesia mentargetkan ditahun 2014 sebesar 60 persen produk Indonesia harus dikuasai.

Selain di Surabaya, Serangan Umum Satu Maret ini juga serentak dilaksanakan dibeberapa kota seperti Jogja, Pekalongan, Bandung, dan Pekan Baru.

Para partisipan Gerakan Beli Indonesia yang telah memberikan edukasi pada pedagang dan pengunjung tak lupa membeli beberapa produk Indonesia sebagai bukti nyata. (Din/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gus Ipul Blusukan Pasar, Edukasi Pedagang dan Penjual"