Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gus Ipul Berharap Festival Waisak 2017 Dapat Menyatukan Perbedaan

10 May 2017 // 19:23 // HEADLINE, RELIGI

IMG-20170510-WA0005

SURABAYA (suarakawan.com) – Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf berharap Festival Waisak atau Vesak Festival 2017, bisa menyatukan perbedaan sebagai satu kekuatan untuk kemajuan Indonesia. Dalam hal ini, kaum muda Buddhist mencoba berkontribusi untuk menyatukan segala perbedaan.

“Setiap tahun digelar Festival Waisak. Pada intinya tema yang diangkat ingin mengajak kita merawat dan menyatukan perbedaan menjadi satu kekuatan bagi kemajuan Indonesia,” katanya pada pembukaan Vesak Festival 2017 di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Rabu (10/5).

Dijelaskan, kaum muda Buddhist ingin menyajikan pameran agar diketahui masyarakat dan di dalamnya terdapat pesan-pesan perdamaian. Intinya adalah ingin perbedaan yang ada ini dilihat sebagai sesuatu pemberian Tuhan. Kemudian menjadi modal untuk membangun Indonesia di masa mendatang.

‘Sesuai dengan tema Peringatan Waisak tahun ini, saya berharap agar seluruh bangsa Indonesia bisa merawat kebhinekaan, merajut kerukunan untuk menjaga NKRI. Harapannya, kerukunan dan kebersamaan tetap terjaga,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Vesak Festival ini ketiga kalinya diselenggarakan Young Buddhist Association/YBA. Pameran Waisak terbesar di Jatim ini diselenggarakan pada tanggal 10-14 Mei 2017 untuk memperingati Hari Raya Waisak.

Untuk kali ini, Vesak Festival mengangkat tema Unconditional Love untuk mengingat dan meneladani cinta kasih Buddha kepada semua makhluk. Cinta kasih tanpa batas yang merupakan penerapan langsung dari cinta kasih, welas asih, simpati, dan keseimbangan batin.

Vesak Festival 2017 menggunakan rotan sebagai bahan utama diorama. Pemilihan tersebut berdasarkan ciri khas rotan yang dapat memberikan kesan hangat sesuai dengan tema ini. Rotan juga merupakan bahan naturan yang ramah lingkungan, namun untuk dapat membentuk anyaman rotan Buddha bukanlah proses yang mudah.

“Kami bekerja sama dengan pengrajin lokal yang memahami seluk beluk rotan dan memiliki nilai seni yang tidak kalah dari pengrajin mancanegara,” tambah Ketua Panitia Vesak Festival 2017 Gondo Wibowo.

Ia berharap, ketika pengunjung melihat Buddha rupang dari rotan, bisa menjadi ajang momentum bangkitnya seni rotan yang khas nusantara. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan dan kebanggaan akan hasil karya dalam negeri.

Selain menampilkan diorama, aksi nyata “Unconditional Love”, pengunjung akan dihibur dengan pertunjukkan seni dan budaya seperti Flashmob Meditation, pertunjukkan wayang potehi yang menceritakan kisah Legenda Kera Sakti, penampilan Kemung dan Surabaya Chinese Orchestra, serta persembahan anak sekolah minggu dari beberapa Vihara terkemuka di Surabaya. Pameran ini juga mendatangkan relik Sang Buddha. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini