Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gus Ipul Ajak Makan Penggali Kubur dan Pengamen

10 Feb 2017 // 18:52 // DAERAH, PERISTIWA

20170210_161815

SURABAYA (suarakawan.com) – Ditengah kesibukan menjadi Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf masih mau meluangkan waktu untuk bertatap muka dengan rakyat. Gus Ipul-panggilan akrabnya rela menghabiskan waktu hanya sekedar makan-makan bersama pengamen, penggali kubur dan masyarakat di pinggir jalan.

“Ayo, makan soto dan bakso disini. Saya traktir semua,” kata Gus Ipul kepada penggali kubur dan pengamen yang nongkrong di depan Kantor Pos Taman Sari, Surabaya, Jumat (10/2).

Gus Ipul sendiri tidak ikut makan. Namun, pria yang pernah menjabat Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu, mau menemani makan penggali kubur, pengamen jalanan dan wartawan hingga makanan yang disantapnya ludes.

Sekitar 20 menit Gus Ipul ikut nongkrong disitu. Tak cuma menemani makan, Gus Ipul juga mengajak ngobrol mereka. “Asyik ya makan disini. Pengamennya haus, gak mau menyanyi,” tuturnya sambil melihat para pengamen yang berjumlah 4 orang itu menenggak minuman es kepala.

Aksi spontanitas Gus Ipul itu dilakukan usai berdialog dengan para pelajar dan mahasiswa di Coffe Tofe, depan Gedung Negara Grahadi. Dialog berlangsung gayeng. Sambil minum kopi, Gus Ipul mengajak diskusi para pelajar tersebut.

Dalam dialog itu, para pelajar SMA yang semula akan demo di depan Grahadi, menyampaikan aspirasinya untuk mendirikan asosiasi pelajar atau forum pelajar kepada Gus Ipul. “Kita menampung aspirasi mereka. Sudah kita berikan penjelasan,” katanya.

Keinginan mendirikan asosiasi pelajar, menurut Gus Ipul, bagus-bagus saja. Namun, perlu dipikir dan diremungkan lagi, karena tugas mereka adalah belajar. Keinginan itu perlu dipikirkan lagi supaya tidak menganggu tugas utamanya untuk belajar. “Aspirasi bisa dititipkan mahasiswa yang mendampingi,” cetusnya.

Kedua, lanjutnya, mereka menyampaikan keinginan untuk mengawal masa transisi dengan baik, dengan ikut memberikan masukan dan usul. Nantinya, dia dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rahman akan mencari cara, apakah komunikasi itu dilakukan melalui grup WA atau website.

“Yang penting bisa saling komunikasi agar aspirasi mereka bisa ditampung. Ada kasus-kasus bisa ditangani bersama-sama,” kata Ketua PBNU ini. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini