Gubernur Jatim Tegur ASN yang Tak Netral

SURABAYA (suarakawan.com) – Gubernur Jatim, Soekarwo mengaku sudah menanyakan langsung dugaan ketidaknetralan tersebut pada pejabat yang bersangkutan. Gubernur menjelaskan, pejabat yang mengacungkan simbol dua jari mengaku melakukan itu karena faktor situasi dan keadaan. Sebab sungkan terhadap guru dan senior yang ada di situ.

Sementara pejabat yang menulis komentar dukungan, Gubernur mengaku belum mendapat penjelasan apa maksudnya. Pihaknya akan kembali meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan. Sebab, masalah ini tidak boleh berlarut-larut dan menjadi polemik. Karena itu inspektorat pastinya akan turun tangan.

“Kalau pejabat yang ada dalam foto itu sudah saya tanya, dia mengaku karena faktor sungkan dengan guru yang ada di situ, sehingga mengangkat dua jari. Yang bersangkutan juga sudah saya suruh buat surat penyataan. Sedangkan pejabat yang menulis komentar sudah saya ingatkan. Nanti saya akan proses peringatannya,” tegas Pak de Karwo orang nomor satu di Jawa Timur itu.

Sementara itu, anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Reno Zulkarnaen berharap inspektorat Jawa Timur segera turun tangan memeriksa pejabat-pejabat tersebut. Menurutnya, perintah Gubernur Jatim, Soekarwo jelas, aparatur sipil negara (ASN) harus netral. Apalagi mereka yang selevel pejabat eselon II, karena dengan jabatannya mereka bisa mengerahkan sumberdaya yang ada.

“Gubernur sudah berulangkali mengingatkan agar ASN netral. Kalau ada yang diduga tidak netral, menjadi ranah inspektorat untuk menindaklanjuti,” tegas Reno.

Reno menambahkan, melalui proses pemeriksaan di Inspektorat semuanya akan menjadi jelas dan terang benderang. Kalau dugaan itu tidak benar, maka inspektorat akan menjelaskan kepada publik tidak ada pelanggaran. Tapi sebaliknya kalau dugaan ketidak netralan itu benar, maka pejabat atau ASN tersebut harus diberi sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

“Saya kira proses pemeriksaan di inspektorat solusi yang tepat. Kalau benar, maka inspektorat akan menyampaikan rekomendasi kalau pejabat tersebut tidak melakukan pelanggaran. Tapi kalau salah, ya harus diberi sanksi agar tidak dicontoh oleh ASN lain maupun rekan sejawat,” tuturnya. (aca/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gubernur Jatim Tegur ASN yang Tak Netral"