Gubernur Jatim Pastikan Anggaran Tim Kajian Pengeboran Lapindo Rp 1,1 Miliar

Foto udara tanggul cincin yang mengelilingi pusat semburan lumpur panas Lapindo, Porong Sidoarjo, Sabtu (14/2).

SURABAYA (suarakawan.com) – Tim Kajian Aspek Teknis, Sosial dan Ekonomi Pengeboran PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, tidak perlu ragu untuk melaksanakan tugasnya. Tim yang diketuai Amin Widodo ini bakal mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 1,1 Miliar dari total anggaran yang diajukan Rp 1,2 Miliar.

“Anggaran tim ini menjadi tanggung jawab Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Jatim. Anggarannya sudah ada karena ini sudah dirapatkan Jumat lalu,” kata Gubernur Jatim Soekarwo, seperti diberitakan Kamis (18/2).

Menurutnya, anggaran Tim kajian tersebut sudah final dan dicover Bappeda. Karena itu, tidak benar jika pos anggaran ini masih dikaji lagi. “Yang mengkaji kan gubernur, sing duwe duik (yang punya uang) itu gubernur,” ujarnya.

Sebenarnya, tambahnya, Tim ini sudah berjalan. Apalagi tim ini sebelumnya telah melakukan kajian terkait pengeboran PT lapindo Branatas. “Dipilihnya tim ini atas saran para pakar, karena jamannya pak Imam, tim ini yang dipakai melakukan kajian sehingga datanya lengkap,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mengaku belum mengetahui jika SK yang menjadi dasar Tim Kajian melaksanakan tugas ini belum turun. “Iya nanti akan saya cek lagi,” ucap Pakde Karwo-panggilan akrab Soekarwo.

Sementara itu, di tempat lain, Ketua Tim Kajian Aspek Teknis, Sosial dan Ekonomi Kegiatan Pengeboran PT Lapindo Brantas Inc, Amin Widodo, secara tegas mengatakan belum menerima SK dari Gubernur. “Belum menerima SK dan belum bekerja,” katanya.

Amin juga menegaskan belum menerima anggaran karena SK yang menjadi landasan timnya bekerja juga belum turun. “Anggaran belum ada. Pokoknya kami tidak akan bekerja sebelum ada SK,” tegasnya. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gubernur Jatim Pastikan Anggaran Tim Kajian Pengeboran Lapindo Rp 1,1 Miliar"