Gubernur Jatim Dituntut Perhatikan Nasib Buruh Outshourcing

SURABAYA (suarakawan) – Sekitar 300 buruh outsourching melakukan unjukrasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (20/2). Mereka menuntut Gubernur Jatim Soekarwo untuk memperhatikan nasib pegawai outshourcing.

Ini bisa dilihat dari spanduk dan poster yang dibawa para pengunjuk rasa. Semua poster yang dibawa berisi kritikan pedas kepada Gubernur. Bahkan, ada yang membandingkan besaran honor outshourcing antara Jabar, DKI Jakarta dan Jatim.

Puluhan poster itu antara lain bertuliskan “Pemprov Jabar bagus, DKI Jakarta bagus, Jatim jelek, Tolak outsourching harga mati, Bubarkan outsourching dan hentikan pembayaran upah dibawah UMK”.

“Itu semua akibat Gubernur tidak tegas dalam menindak perusahaan yang memberi honor kepada buruh outshourcing, sehingga buruh dapat upah murah,” kata salah seorang perwakilan buruh dalam orasinya.

Demo buruh dari berbagai serikat yag tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FPMSI) Jatim itu mendapat penjagaan ketat dari ratusan aparat kepolisian. Sebab, rencananya buruh dari berbagai serikat pekerja Sidoarjo dan Pasuruan bakal bergabung dengan buruh yang demo.

Bahkan, Polrestabes Surabaya menyiapkan satu mobil water canon di pintu barat Grahadi untuk mengantisipasi adanya kericuhan. Usai demo di depan Grahadi, ratusan buruh demo di kantor PLN Jl Embong Wungu. Demo ini, juga membuat macet arus lalu lintas Jl Gubernur Suryo.(Bng/jto)

Keterangan Foto: Ribuan Massa Pengunjuk Rasa Yang melakukan Aksi Di Depan Gedung Negara Grahadi.(bng)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gubernur Jatim Dituntut Perhatikan Nasib Buruh Outshourcing"