Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gubernur Jatim Berharap Muhammadiyah Bangun Politeknik dan SMK

06 May 2017 // 20:37 // HEADLINE, PENDIDIKAN

IMG-20170506-WA0003

SURABAYA (suarakawan.com) – Gubernur Jatim Soekarwo berharap Muhammadiyah dapat ikut membangun politeknik atau SMK di Jatim guna meningkatkan skill masyarakat. Pendidikan menengah, politeknik dan SMMK, yang paling dibutuhkan sekarang ini.

“Langkah ituselaras dengan kebijakan Pemprov Jatim untuk terus mengembangkan pendidikan vokasional, dengan target rasio 70 persen SMK dan 30 persen sekolah umum,” katanya saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimpwil) Muhammadiyah Jatim di kantor PWM Jatim, Sabtu (6/5).

Dijelaskan, pengembangan pendidikan vokasional dan kesehatan bisa membebaskan Jatim dari middle “middle income trap”. Apabila dikembangkan, pendapatan per kapita Jatim akhir tahun ini bisa mencapai 3.900 dollar AS dan tahun 2018 diperkirakan bisa mencapai 4.300 dollar AS.

“Di dunia saat ini, pendidikan vokasional sangat mempengaruhi pendapatan suatu negara. Melalui pendidikan vokasional di politeknik atau SMK inilah pendapatan per kapita masyarakat di Jatim akan meningkat,” ujarnya.

Selain pendidikan, Pakde Karwo-sapaan akrabnya-meminta Muhammadiyah berkontribusi besar dalam pengembangan kesehatan di Jatim. Dua hal tersebut merupakan basis pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di provinsi ini.

“Baik pendidikan dan kesehatan sangat berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, keduanya mendorong kualitas SDM, yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi. Kalau ingin membenahi kesejahteraan masyarakat, maka derajat kesehatan harus dibenahi dan kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan,” paparnya.

Pakde Karwo juga menekankan pentingnya pengembangan industri di Jatim untuk mewujudkan kesejahteraan. Karena nilai tambah terhadap nilai kesejahteraan itu ada di industri. Berdasarkan data BPS tahun 2017, pertumbuhan industri pengolahan di Jatim mencapai 4,51 persen tahun 2016.

“Kalau industri kita lebih rendah dibandingkan pertumbuhan secara umum, maka akan sulit mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tambah mantam Sekdaprov Jatim ini. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini