Gubernur Bahas Khusus Kerusuhan Suporter Dengan Kapolda Jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Peristiwa tewasnya suporter Bonek dalam kericuhan di pertandingan Persebaya Surabaya 1927 melawan Persija Jakarta di stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu (03/06)mengundang reaksi keras Gubernur Jatim Soekarwo.

Usai kericuhan yang juga menimbulkan puluhan korban luka itu, Soekarwo langsung menelphon Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko. “Saya langsung menelepon Kapolda Jatim dan mempertanyakan situasi hingga semua pihak emosi,” kata Soekarwo di Gedung DPRD Jatim, Senin (04/06).

Reaksi keras Gubernur yang biasa dipanggil Pakde Karwo itu juga ditunjukkan dengan membahas secara khusus bersama Kapolda. “Hari ini juga saya akan menghubungi beliau untuk meminta pertimbangan dan membahas persoalan ini,” tegasnya.

Secara khusus Pakde Karwo merasa prihatin dengan kericuan itu. Apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Siswa Kelas III SMK Negeri 5 Surabaya, Purwo Adi Utomo yang mencoba menyelamatkan diri meninggal karena diduga kehabisan oksigen setelah terinjak-injak penonton di tribun ekonomi. “Saya sangat prihatin sekali dengan kejadian ini,” tandasnya.

Hal yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Kapolda nanti, menurutnya, keamanan sepakbola di Jatim. Sebab, di Jatim banyak klub-klub yang memiliki suporter fanatik. Sehingga, cukup rawan dari kerusuhan.

Klub-klub itu antara lain Persebaya Surabaya, Gresik United, Persegres Gresik, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan dan Persik Kediri. “Di Jatim banyak klub-klub yang perlu mendapat perhatian dari segi keamanan,” ucapnya.

Jika semua pertandingan sepak bola diwarnai dengan konflik atau tindak kekerasan, Pakde Karwo khawatir sasaran sepak bola tidak tercapai. “Makanya pertandingan harus aman. Suporter juga harus sportif ketika mendukung tim kebangaannya,” tuturnya. (Bng/jto)

Keterangan foto: Gubernur Jatim, Soekarwo prihatin dengan kerusuhan suporter dalam pertandingan sepakbola di Jatim. (Bng)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gubernur Bahas Khusus Kerusuhan Suporter Dengan Kapolda Jatim"