Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Golkar Condong Dukung Khofifah di Pilgub Jatim

14 May 2017 // 21:37 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170514-WA0017

SURABAYA (suarakawan.com) – Semakin dekat tahapan Pilgub Jatim 2018 dimulai, konstelasi politik di Jatim juga semakin hangat. Terbaru, DPP Partai Golkar (PG) menyatakan lebih condong mendukung Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim mendatang. Bahkan Cawagub yang akan mendampingi Khofifah akan diserahkan langsung pada perempuan yang saat ini menjabat Mensos RI.

Zainuddin Amali salah satu ketua DPP Partai Golkar mengatakan bahwa almarhum KH Hasyim Muzadi sebelum meninggal sudah ketemu dengan Ketum DPP PG, Setya Novanto menyatakan sangat berharap Partai Golkar mendukung Khofifah maju di Pilgub Jatim 2018.

“Pak Setnov (Setya Novanto) mengiyakan tapi tergantung ijin dari Presiden Jokowi karena Khofifah masih menjabat Mensos RI hingga saat ini,” ujar Zainuddin Amali usai bertemu tidak sengaja dengan Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu (14/5).

Lantas bagaimana peluang Khofifah di Partai Golkar Dengan diplomatis Zainuddin mengatakan bahwa diantara para kandidat yang akan maju di Pilgub Jatim, yang terkomunikasikan langsung dengan Ketum DPP PG baru Khofifah melalui almarhum KH Hasyim Muzadi. “Saya kira masih belum ada perubahan, tapi belum tahu lagi untuk perkembangan ke depan,” jelasnya.

Mantan ketua DPD PG Jatim ini mengakui dalam pertemuan dengan almarhum KH Hasyim Muzadi juga disinggung soal siapa Cawagub yang akan mendampingi Khofifah.

“Partai Golkar cenderung menyerahkan urusan Cawagub kepada Cagub untuk memilih dan tidak harus dari kader Golkar tetapi yang dianggap paling cocok untuk menjadi pendamping,” beber Zainuddin Amali.

Pertimbangan utama Partai Golkar mendukung ketua umum PP Muslimat NU karena Khofifah dinilai memiliki leadership (kepemimpinan) yang bagus dan skill managerialnya juga baik. “Dia itu berhasil memimpin Kementerian Sosial yang cakupan kewenangannya sangat luas. Sehingga kalau diterapkan di Jatim tentu dia mumpuni,” tambah Ketua Komisi III DPR RI ini.

Selain ketum DPP PG, orang yang memiliki hak serta pengaruh dalam menentukan dukungan Partai Golkar di Pilgub Jatim 2018, kata Zainuddin Amali adalah Nusron Wahid karena dia menjabat sebagai ketua DPP PG yang membawahi wilayah Jawa dan Sumatera. “Kelihatan Pak Nusron Wahid sendiri cenderung memilih Khofifah dibanding  kandidat yang lain,” ujar Zainuddin Amali yang juga ketua Komisi II DPR RI.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa saat ditanya pertemuan dengan Zainuddin Amali membahas soal apa, hanya mengatakan bahwa tak ada yang tahu hubungan dirinya dengan Pak Zainuddin Amali. ” Ini pertemuan yang tak disengaja,” jawabnya singkat. (Aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini