Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

GNPF: Pengeroyokan Hermansyah Tak Terkait Kasus Rizieq

09 Jul 2017 // 22:06 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS, KRIMINALITAS

5961c5b568d9d-mobil-hermansyah_663_382

JAKARTA (suarakawan.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir mengatakan, kasus pengeroyokan yang menimpa ahli informasi dan teknologi, Hermansyah, tak terkait dengan perkara yang menjerat Rizieq Shihab.

Bachtiar sempat menggali informasi kepada keluarga Hermansyah saat menjenguk di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat. Dia mengatakan, kasus pengeroyokan ini berawal dari aksi saling kejar mobil di tol karena ada yang menyenggol mobil korban.

Bachtiar pun menyimpulkan, kasus pengeroyokan Hermansyah tak ada kaitannya dengan status dia yang pernah menjadi saksi ahli dalam kasus chat pornografi Rizieq di acara stasiun televisi swasta, Indonesia Lawyer Club. Hermansyah sempat menyatakan bahwa chat dalam kasus itu palsu.

“Jadi ketika saya coba cari tahu belum ada hubunganya dengan beliau sebagai saksi ahli (untuk Rizieq),” kata Bachtiar di RS Hermina, Depok, Jawa Barat, Minggu (9/7).

Dia menjelaskan, Hermansyah adalah pakar telematika yang menguasai soal penyadapan. Menurut Bachtiar, Hermansyah sempat meminta pendapatnya sebelum menjadi saksi ahli dalam kasus chat mesum Rizieq.

“Kalau keterangan (Hermansyah) kan di Indonesia Lawyer Club itu saja. Kalau di persidangan belum,” jelas Bachtiar.

Hari ini, Bachtiar membesuk Hermansyah yang menjadi korban pengeroyokan. Dia hadir ditemani juru bicara FPI sekaligus tim advokasi GNPF MUI, Munarman.

Bactiar menjelaskan, kehadirannya membesuk Hermansyah karena kasus ini ramai dikaitkan dengan status korban sebagai saksi ahli dalam perkara Rizieq. Kasus ini, katanya, juga ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saya merasa berkewajiban ada di sini untuk melihat bagaimana sebenarnya,” katanya.

Sebelumnya, Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus menjelaskan, dari hasil pengecekan polisi di RS Hermina, Hermansyah diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan sebagaimana dimaksud pasal 170 yo 351 KUHP.

“Sekitar jam 04.00 WIB, atas nama Hermansyah,” katanya dalam keterangan tertulis.

Tempat kejadian perkara berada di Tol Jagorawi KM 6, antara TMII-Tol JORR, Jakarta Timur. Mobil Hermansyah awalnya diserempet oleh mobil pelaku. Kemudian korban diminta menepi dan turun dari mobilnya.

Begitu turun, Hermansyah langsung diserang sejumlah orang tak dikenal. Salah seorang di antaranya menggunakan senjata tajam. Usai kejadian itu, para pelaku yang diduga sekitar lima orang, langsung melarikan diri. (cnn/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini