Gemuk Kala Remaja, Waspadai Jantung Saat Tua!

Tidak ada komentar 6 views

Seorang remaja laki-laki yang memiliki berat badan berlebih (overweigh) ternyata menghadapi resiko lebih besar terkena serangan jantung ketika dewasa dibandingkan dengan remaja dengan berat badan ideal. Termasuk meskipun si remaja gemuk tadi kemudian ketika dewasa memiliki tubuh yang ramping.

Itulah temuan terbaru yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine. Sebelumnya sebuah tim telah melakukan pendataan dan penelitian di The Centers for Disease Control and Prevention.

Terlepas dari beratnya ketika dewasa, seorang laki-laki yang ketika remajanya gemuk, berpeluang terkena serangan jantung tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan laki-laki seumuran mereka yang ketika remajanya langsing. Begitu juga dengan mereka yang memiliki body mass index (BMI) di atas rata-rata semestinya, juga memiliki peluang yang sama.

BMI adalah rasio berat badan terhadap kuadrat tinggi tubuh yang menggambarkan perkiraan kotor dari kandungan lemak di dalam tubuh. Bagilah berat badan Anda (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi tubuh Anda (dalam meter) untuk mendapatkan angka BMI ini.

  • Kekurangan berat badan jika BMI lebih rendah 18,5
  • Normal jika BMI antara 18,5 dan 24,9
  • Kelebihan berat badan jika BMI antara 25 dan 29,9
  • Obesitas jika BMI antara 30 dan 39,9
  • Sangat obesitas jika BMI lebih tinggi dari 40

Serangan jantung tersebut akan mulai membayangi ketika si remaja gemuk mulai menginjak usia 30 tahun ke atas.

Kabar baiknya, peluang tersebut tidak terjadi untuk ancaman diabetes. Berat badan ketika dewasa, bukan ketika remaja, berhubungan dengan resiko terkena ancaman diabetes tipe 2. Oleh karena itu melakukan olahraga secara teratur dan mengatur pola konsumsi makanan menjadi sangat penting untuk mencegah terkena diabetes.

Namun sebenarnya resiko terkena serangan jantung dan diabetes tidak hanya dipengaruhi faktor berat tubuh itu sendiri. Masih ada faktor lain yang lebih berpengaruh, yaitu asupan nutrisi, olahraga, dan pilihan gaya hidup.

Dua orang yang memiliki berat tubuh sama bisa memiliki peluang terkena serangan jantung dan diabetes yang sama sekali berbeda ketika yang satu tidak menjaga pola makan dan tidak pernah berolahraga, sementara yang satu lagi melakukan olahraga secara teratur dan pola makan yang tepat.

Nah, supaya kita semua terhindar dari serangan jantung dan diabetes, ayo perbaiki pola makan kita, dan jangan lupa lakukan olahraga secara teratur. Ingat, kesehatan adalah harta yang paling berharga! (buo)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gemuk Kala Remaja, Waspadai Jantung Saat Tua!"