Gempa Jepang Melemahkan Rupiah

Tidak ada komentar 3 views

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengakui bencana alam gempa dan tsunami di Jepang membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah. Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengatakan pelemahan ini bukan karena fundamental rupiah yang buruk tetapi lebih karena sentimen pasar saja sehingga bersifat sementara.

Bencana alam Jepang membuat investor asing yang berinvestasi di bursa Jepang (Nikkei) panik dan menarik dana-dana keluar dari Jepang (capital outflow). Keluarnya dana-dana asing dari Jepang ini memberikan sentimen kepada bursa regional juga sehingga terjadi capital outflow juga di Indeks Harga Saham Gabungan. Terjadinya capital outflow di Indeks inilah yang membuat rupiah melemah.

Tetapi menurut Darmin, pelemahan rupiah ini tidak secara fundamental sehingga tidak berlangsung lama. ”Jadi pelemahannya karena sentimen saja, nanti kalau data kondisi tentang Jepang telah terkumpul baru akan terlihat pengaruh ke fundammentalnya,” jelasnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai rupiah pada Rabu menguat tipis ke level Rp 8.780 dibanding sehari sebelumnya yang berada di posisi Rp 8.773. Setelah bencana Jepang terjadi, rupiah sempat melemah dari Rp 8.784 pada Jumat (11/3) ke Rp 8.771 pada Senin (14/3).

Bank Indonesia tetap pada kebijakan semula yaitu membiarkan rupiah menguat meskipun tidak menyebutkan batasan level penguatan itu. Namun menurutnya, penguatan rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan mekanisme pasar.

“Dalam satu bulan dampai dua bulan terakhir kami membuka kemungkinan rupiah menguat karena melihat harga komoditas internasional terutama pangan seperti terigu, jagung, dan crude palm oil (CPO) masih meningkat,” ungkapnya.

Namun BI tetap melihat penguatan mata uang di negara-negara lain agar ekspor Indonesia masih memiliki daya saing. (IFT/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gempa Jepang Melemahkan Rupiah"