Gelar Operasi Simpatik, Meninggal Dunia Akibat Laka Justru Meningkat

kecelakaan lalu lintas (dok)

SURABAYA (suarakawan.com) – Dalam Operasi Simpatik yang di gelar selama 21 hari  oleh Jajaran Kepolisian Sektor Kota Besar (polrestabes) Surabaya, angka laka lalin dengan korban meninggal Dunia (MD) mencapai 24 orang dari 28 kasus kecelakaan.

Menurut data Polrestabes Surabaya gelar operasi Simpatik yang dimulai pelaksanaannya awal Juni hingga 21 Juni 2011 itu merangkum korban meninggal dunia (MD) didominasi pekerja swasta sebanyak 41 orang.
Sedangkan, urutan kedua, korban MD ditempati pelajar dan mahasiswa sebanyak 6 orang. Secara berurutan, jenis pekerjaan lain-lain ada 4 orang MD, dan PNS berjumlah 2 orang tewas serta TNI dan Polri cuma satu orang MD karena kecelakaan

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Asep Akbar Hikmana, saat dikonfirmasi, Senin (04/07) mengatakan sebenarnya jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan gelar operasi Simpatik pada Mei sebelumnya. Di medio tersebut, angka kecelakaan mencapai 62 kasus dengan 17 orang kehilangan nyawa.

“Dari 62 kasus itu, 33 diantaranya melibatkan tabrakan pengguna roda dua dengan truk atau trailer dan mini bus. Kecelakaan seperti ini lah yang rentan adanya korban MD,” terangnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisa Satlantas Polrestabes Surabaya, dengan digelarnya operasi Simpatik cukup menekan angka kecelakaan. Namun, jika ditinjau dari sisi kualitas kecelakaannya mengalami peningkatan.

“Operasi Simpatik adalah upaya kami menekan angka kecelakaan. Cukup berhasil juga, tapi yang masih menjadi catatan justru sisi kualitas kecelakaan meningkat. Apalagi, korban luka berat dan MD ikut mengalami trend kenaikan,” tuturnya.

Ia mengingatkan, sisi kualitas yang dimaksud adalah jenis kecelakaan yang terjadi dan jumlah korban jiwanya. Setidaknya ada 24 orang meninggal di jalan saat berlangsungnya gelar operasi Simpatik.

“Kalau dibanding 21 hari di bulan Mei, tercatat hanya 17 orang meninggal dunia karena kecelakaan,” katanya.

Untuk itu, Satlantas Polrestabes Surabaya telah menyiapkan sejumlah upaya pencegahaan dengan menurunkan kekuatan personel pada titik rawan kecelakaan. Penempatan personel tersebut, akan disiagakan pada 3 titik rawan laka lalin yang kerap memakan korban.

“Masih sama seperti dulu. Tiga lokasi rawan laka itu ada di Margomulyo, Kalianak dan Jl Raya M. Noer yang dulu Jl Kedung Cowek. Selain itu, kami juga menyiapkan berbagai kegiatan di titik rawan, berupa kampanye kewaspadaan kepada pengemudi kendaraan berat,” tuturnya.

Ia menambahkan kampanye itu sebagai bentuk sosialisasi kewaspadaan berkendara,dan sasaran paling utama adalah kegiatan yang ditujukan kepada pengemudi truk dan trailer serta pengendara motor. “Kendaraan bermotor roda dua adalah yang paling dominan mengalami peristiwa kecelakaan,” tambahnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gelar Operasi Simpatik, Meninggal Dunia Akibat Laka Justru Meningkat"