Gbagbo Ditangkap, Ouattara Desak Perdamaian

Tidak ada komentar 10 views

ABIDJAN – Perlawanan Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo akhirnya menyerah, setelah terkepung bersama pasukannya di kediamannya di Abidjan tadi malam WIB.

Laurent Gbagbo lalu ditahan di Hotel Golf, Abdijan, markas besar rival politiknya, Alassanne Ouattara. Hotel tersebut dilindungi secara ketat oleh pasukan Prancis dan PBB.

“Misi PBB di Pantai Gading dengan ini mengonfirmasi bahwa Presiden Laurent Gbagbo telah menyerah kepada pasukan Alassane Ouattara dan sekarang ditahan,” ujar Juru Bicara PBB Farhan Haq, seperti dikutip BBC.

Anne Ouloto, juru bicara Ouattara, membenarkan bahwa Gbagbo bersama istri dan anaknya, Michel, ditahan di Hotel Golf. Tetapi, soal yang menangkap Gbagbo, sejumlah orang dekat mantan guru sejarah itu menyatakan bahwa yang menyerbu dan menangkap Gbagbo adalah pasukan Prancis atas permintaan PBB.

Tudingan itu langsung dibantah Duta Besar Prancis untuk Pantai Gading Jean-Marc Simon. “Laurent Gbagbo ditahan Pasukan Republik (pimpinan Ouattara) dan dibawa ke Hotel Golf,” katanya kepada BBC.

Menurut pemerintah Prancis, Gbagbo ditangkap untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih besar lagi. Selanjutnya, dia akan diadili. “Banyak pihak di Pantai Gading yang ingin membunuh dia. Tetapi, PBB akan melindungi dia (hingga dia diadili),” kata sebuah sumber di pemerintahan Prancis, seperti dikutip Daily Telegraph.

Ditahannya Gbagbo itu diharapkan bisa meredakan tensi pertikaian di negeri bekas jajahan Prancis tersebut. Sejak November lalu, sekitar 1.300 nyawa melayang. Ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.

Krisis politik di Pantai Gading yang sejak lama terbelah antara kubu utara (Kristen) dan selatan (Islam) memuncak menyusul pemilihan presiden pada November 2010. Komite pemilihan menyatakan Ouattara yang berasal dari wilayah selatan sebagai pemenang, yang lantas diakui PBB dan komunitas internasional.

Alassanne Quarttara

Alassanne Ouattara diakui secara internasional sebagai Presiden Pantai Gading. Ia menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi setelah saingannya ditangkap dengan bantuan pasukan Perancis, tetapi ia menghadapi tugas besar penyatuan kembali negara hancur oleh perang saudara.

“Saya menyebut orang-orang sebangsanya saya untuk menjauhkan diri dari semua bentuk pembalasan dan kekerasan,” kata Ouattara dalam pidato di televisi TCI nya Senin malam, menyerukan “era baru harapan.” (bbc-ant/iza)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gbagbo Ditangkap, Ouattara Desak Perdamaian"