Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Gara-gara Drakula, PBB Tarik Seluruh Staf di Malawi

11 Oct 2017 // 12:27 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

dracula-untold-luke-evans1

MALAWI (suarakawan.com) – Lima orang tewas dibunuh di sebelah selatan Malawi setelah dituduh berperilaku seperti drakula atau manusia penghisap darah. PBB bahkan menarik seluruh staf mereka di dua distrik setelah isu ini membuat ketakutan seluruh warga yang tinggal di selatan negara tersebut.

Menurut laporan media setempat lima korban tewas setelah mereka dihakimi massa yang menduga mereka adalah peminum darah manusia dan bagian dari kelompok yang melakukan ritual mistis.

Pemerintah setempat bahkan memberlakukan jam malam untuk mencegah terjadinya kematian lagi. Jam malam itu diberlakukan selama 10 jam, mulai pukul tujuh malam hingga tujuh pagi waktu setempat.

Pihak PBB melaporkan, desas desus adanya drakula pertama kali muncul dari Mozambik dan menyebar melintasi perbatasan ke distrik Malawi di Mulanje dan Phalombe.

Tidak jelas apa yang memicu ketakutan, tapi – menurut sebuah laporan PBB yang dilihat oleh kantor berita Reuters – penduduk desa terus melakukan perburuan dan memblokir jalan saat mereka mencoba memburu drakula.

Akibat desas desus dan tindakan anarki warga, pihak PBB menginstruksikan seluruh staf untuk sementara pindah ke daerah yang lebih aman.

Presiden Malawi Peter Mutharika juga berjanji untuk melakukan penyelidikan atas pembunuhan lima orang tersebut.

Kantor kepresidenan merilis sebuah pernyataan resmi yang mengatakan bahwa isu drakula tersebut “sangat penting” bagi seluruh pemerintah.

Sebab, banyak lembaga bantuan dan LSM bekerja di Malawi, salah satu negara termiskin di dunia dengan standar pendidikan rendah dan kepercayaan akan ilmu sihir yang tersebar luas.

Serentetan kekerasan main hakim sendiri yang terkait dengan rumor adanya drakula juga meletus di sana pada tahun 2002.(viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini