Gagal Juara Umum, Komisi E Akan Evaluasi KONI Jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Komisi E Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur akan memanggil dan mengevaluasi kinerja KONI Jatim yang gagal mempertahankan juara umum pada Pon XVIII di Riau beberapa hari lalu.

“Ini menjadi pertanyaan kita kenapa, KONI tidak mampu mempertahankan juara umum? Ini sunguh menjadi pertanyaan dan menyakitkan, serta anggaran yang dianggarkan dalam APBD mencapai Rp. 158 M. Pihaknya akan segera memanggil KONI awal Oktober,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto saat di DPRD Jatim, Senin (24/09).

Dikatakannya, anggaran untuk KONI Jatim sudah dipenuhi. Evaluasi dilakukan, agar ada pertanggungjawaban terhadap target yang pernah dijanjikan pengurus KONI.

“Seharusnya target juara umum, menjadi harga mati. Namun nyatanya perolehan medali jauh diatas peringkat propensi lain peserta PON,” tegasnya.

Tidak hanya anggaran Koni saja, tetapi sejumlah SKPD dilibatkan untuk melakukan pendampingan terhadap cabang olah raga. Namun kenyataanya keinginan Jatim sebagai juara umum kandas.

“Kenyataanya, sejumlah kepala Dinas yang ikut mendampingi ternyata tidak banyak membawa pengaruh. Ini juga menjadi evaluasi,” paparnya.

Sebelumnya, pada PON 2012, Jatim hanya mengumpulkan 86 medali emas, 83 perak dan 85 perunggu. Perolehan medali emas Jatim hanya 65 persen dari target semula, yaitu minimal mendapat 133 emas.

DKI Jakarta sendiri mendulang 111 emas, 95 perak, dan 82 perunggu. Sementara Jabar 96 emas, 79 perak dan 91 perunggu. (aca/era/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gagal Juara Umum, Komisi E Akan Evaluasi KONI Jatim"