Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Fraksi Nasdem Jatim Desak Pemerintah RI Usir Dubes Myanmar

03 Sep 2017 // 18:59 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

gedung-DPRD-Jatim3

SURABAYA (suarakawan.com) – Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusir Duta Besar (Dubes) Myanmar dari Indonesia. Hal ini sebagai bentuk protes atas kekerasan yang dilakukan militer terhadap Muslim Rohingnya.

“Pemerintah Indonesia harus tegas menyikapi kejahatan dan kekerasan terhadap Muslim Rohingnya, karena ini tamparan bagi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia,” kata salah satu anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim, Moch. Eksan, di kantor DPW NasDem Jatim  Surabaya, Minggu (3/9)

Tak hanya itu, politisi asal Jember ini juga mendesak agar Duta Besar Indonesia di Myanmar angkat kaki. Sebab, pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap etnis Rohingnya telah sebegitu penting dan terus dilakukan.

“Saya sangat setuju sekali kalau Dubes RI di Myanmar angkat kaki, dan mengusir Dubes Myanmar dari Indonesia adalah hukuman bagi Myanmar secara diplomatik,” katanya.

Karena itu, pria yang juga Wakil Ketua DPW NasDem Jatim Bidang Agama dan Masyarakat Adat ini, berharap pemerintah Indonesia benar-benar peduli dan memberikan bantuan terhadap Muslim Rohingnya yang kini terlantar.

“Solidaritas sosial terkait kekejaman militer terhadap etnis Rohingnya menggema di dunia. Karena itu pemerintah kita harus berupaya dan berusaha sekuat tenaga. Kalau perlu harus melakukan soaka politik, maka harus dilakukan,” kata pria yang juga Presidium KAHMI Jember ini.

Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam beberapa hari terakhir ini. Lebih dari 100 orang meninggal dunia dalam kekerasan kemanusiaan di Rakhine pekan lalu.

Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya terus berlanjut.

Konflik bersenjata ini juga membuat sekira 20 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh. Sebagian besar dalam kondisi sakit dan terluka. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini